Selasa, 21 April 2015

Doa sebagai obat

Kajian ustadz Amir As soronji
Masjid ulil Albab, universitas Islam Indonesia. 

Ketika jumlah pasukan kaum muslimin sedikit dikeroyok orang kafir, senjata yang digunakan Rasulullah adalah doa. Doa termasuk sebab yang paling kuat untuk merubah kehidupan kita. Kalau belum berubah maka yang salah bukan doanya tapi orangnya. 

Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan, ketahuilah Allah tidak akan menerima doa dari hati yang lalai lagi tidak serius. 
Berdoa tidak konsentrasi tidak khusyuk maka doanya tidak diterima oleh Allah. Oleh karenanya doa adalah obat yang bermanfaat yang bisa menghilangkan penyakit. Doa termasuk obat, bahkan doa adalah obat yang bermanfaat. Pada jaman Rasulullah ada wanita kena penyakit ayan, lalu ia mendatangi Rasulullah. Untuk meminta didoakan. Kata Rasulullah, Rasulullah memberi dua pilihan. Didoakan lalu sembuh atau tidak didoakan, tetap bersabar dan mendapatkan surga. Lalu wanita yang kena penyakit ayan, wahai Rasulullah saya lebih memilih untuk bersabar, tapi ketika saya kambuh aurat saya terbuka, tolong doakan ketika saya kambuh, aurat saya tidak terbuka. Dari sini, kata ulama doa termasuk obat. Doa termasuk sebab kesembuhan. 
Doa adalah sebab yang paling kuat yang bisa mengubah hidup kita. Dalam sebuah hadis ketika tali sandal kita putus, minta bantuan kepada Allah. Maka doa merupakan obat yang sangat bermanfaat yang bisa menghilangkan penyakit. Akan tetapi kelalaian hati dari Allah, itu melemahkan kekuatan doa. Demikian pula memakan yang haram ini bisa menghilangkan kekuatan doa, dan bisa melemahkan doa. 
Para rasul diperintahkan untuk makan yang baik-baik dan laksanakan amal salih. Kemudian dalam ayat lain Allah memerintahkan orang beriman untuk memakan makanan yang baik-baik. Jadi perintah Allah kepada para rasul dan orang beriman itu sama. Kemudian Rasulullah menyebutkan seorang laki-laki yang melakukan Safar yang panjang, rambutnya kusut, pakaiannya berdebu, kemudian ia mengangkat kedua tangannya kelangit, sambil membaca ya rabbku, ya rabbku, tetapi makanannya haram, minumannya haram dan dihidupkan dengan yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan. Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik. 
Abdullah bin Ahmad, putranya Imam Ahmad menyebutkan dalam kitab zuhud karya Imam Ahmad. Bani Israil ketika ditimpa bencana mereka keluar dari suatu tempat lalu mereka berdoa. Tapi bagaimana mungkin akan dikabulkan mereka membunuh dan penuhi rumah mereka dengan barang haram, maka Allah tidak mengabulkan doa mereka, dan hanya menambah kemurkaan mereka. 
Kata abu dzar. Jika kita ingin doa kita dikabulkan cukuplah berbuat baik, sebagaimana makanan di cukupkan dengan garam. 

1. Doa yang dipanjatkan adalah doa yang baik
2. Konsentrasi ketika berdoa
3. Tidak melakukan hal yang bisa menghalangi dosa yang kita kerjakan
4. Berbuat baik kepada orang, termasuk mendoakan saudara kita.  

Doa adalah obat. Doa termasuk obat yang paling bermanfaat, musuh bencana, doa akan melawannya dan akan mengobatinya, dan doa akan menghalangi turunya bencan dan akan, mengangkat bencana atau meringankan bencana ketika bencana turun, dan doa adalah senjata orang Mukmin. Sebagaimana Imam hakim meriwayatkan dalam shahihnya, Rasulullah berkata doa adalah senjatanya orang Mukmin, dan tiang agama dan cahaya langit dan bumi. 
Dan doa dalam menghadapi bencana ada tiga keadaaan;
1. Doa lebih kuat daripada bencan, sehingga doa kamu menolak bencana. 
2. Doa lebih lebih dibandingkan bencana, bencana lebih kuat sehingga  seorang hamba di timpa bencana. Namun terkadang doa bisa meringankan penyakit. 
3. Sama-sama kuat dan keduanya saling menyerang satu sama lain. Kalau doanya menang maka penyakit tidak jadi menimpa kita. 

Rasulullah bersabda sikap hati-hati tidak bisa menolak takdir, dan doa itu bermanfaat bagi musibah yang sudah turun dan belum turun. Ketika musibah turun doa itu juga bermanfaat paling tidak meringankan penyakit kita. Sesungguhnya bencana itu akan turun lalu ketemu dengan doa lalu keduanya berperang sampai hari kiamat. Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa. Doa termasuk sebab yang paling kuat. Dan didalam mustadrak AL hakim dari hadis Ibnu Umar, nabi bersabda, doa bermanfaat bagi musibah yang sudah turun dan musibah yang belum turun, maka hendaknya kalian berdoa wahai hamba Allah. Jangan meremehkan doa, doa sebab yang paling kuat dalam memudahkan hidup kita. 
Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali kebaikan. Sesungguhnya seseorang akan terhalang mendapatkan rezeki disebabkan dosa yang dia lakukan. 

Dalam sebuah hadis Qudsi Allah mengatakan, Berdoalah kalian kepadaku niscaya aku akan kabulkan, Allah maha kaya. Maka, kalau doa kita belum di kabulkan paling tidak kita sudah Beribadah kepada Allah. Karena dalam sebuah riwayat lain Rasulullah pernah bersabda doa adalah ibadah. 
Termasuk sifat orang sombong adalah tidak mau berdoa. 

Ketika seorang hamba berdoa ada tiga kemungkinan
1. Allah langsung kabulkan sesuai yang ia minta. 
2. Allah tidak kabulkan sebagaimana yang ia minta, tapi Allah menghindarkan ia dari musibah
3. Doanya tidak dikabulkan, ia ditimpa musibah, namun Allah sumpah doanya dan di hari kiamat Allah kabulkan doanya. 

Intinya kita khuznudzon kepada Allah. 

Kelalaian hati, maksudnya, ketika ia berdoa ia tidak memahami apa yang ia baca. 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar