Kajian ustadz Amir as soronji
Masjid ulil Albab, universitas Islam Indonesia.
Doa apabila sudah ditakdirkan maka pasti akan terjadi. Sesuatu yang kita minta kita panjatkan jika sudah ditakdirkan pasti akan terjadi, baik kita berdoa atau kita tidak berdoa. Jika yang kita minta tidak ditakdirkan pasti tidak akan terjadi baik meminta doa atau tidak, untuk apa kita berdoa jika sudah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Doa seolah tidak ada gunanya, kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan oleh Allah. Sebagian orang menganggap ini pernyataan yang benar lalu ia meninggalkan doa dan ia berkata tidak ada faedahnya kita berdoa. Orang-orang yang membenarkan pernyataan ini, di samping kebodohan mereka yang keterlaluan dan kesesatan yang melampaui batas, mereka kontradiksi. Mengapa terjadi kontradiksi, karena konsekuensi mazhab mereka menolak usaha-usaha manusia. Mereka mengatakan mengapa saya harus kerja kalau Allah takdirkan saya kaya maka akan kaya, sehingga ia tidak mau berusaha. Konsekuensi mazhab mereka menolak semua usaha yang dilakukan manusia. Maka bantahan bagi mereka, kenyang dan terbebas dari dahaga jika sudah ditakdirkan pasti akan terjadi, kamu gak usah makan saja. Seharusnya mereka tegar dengan pendapat mereka, untuk apa makan untuk apa minum.
Pernyataan ini tidak sejalan dengan akal manusia. Adakah manusia berakal berpendapat dengan pendapat ini? Tidak. Bahkan hewan binatang ternak diberi naluri untuk berusaha dalam rangka menjaga kelangsungan hidupnya. Burung dipahi hari terbang keluar cari makanan, hewan saja berusaha. Hewan itu lebih berakal dan lebih paham dibandingkan mereka, mereka seperti binatang ternak dan lebih sesat. Karena binatang saja berusaha, mereka tidak mau berusaha. Orang yang berdalil dengan takdir, bertentangan dengan akal sehat. Ada sebagian orang yang sedikit lebih pintar mereka mengatakan menyibukkan diri dengan berdoa masuk dalam bab beribadah kepada Allah. Allah akan memberikan pahala kepada orang yang berdoa, namun doa tidak memberikan pengaruh terhadap apa yang diminta. Ini sesat juga cuman masih mending dibandingkan golongan yang pertama, golongan yang sebelumnya. Tidak ada bedanya menurut mereka antara orang yang berdoa dengan yang tidak berdoa. Hubungan antara doa dan tidak berdoa sama seperti orang yang diam dan orang yang berak sama saja.
Kelompok ketiga berpendapat, doa itu hanya sekedar tanda yang Allah berikan. Apabila Allah memberikan Taufiq itu hanya tanda Allah akan memenuhi keperluannya.
Ketiga kelompok ini ada yang menyimpang dan sesat.
Yang benar pendapat yang mengatakan segala sesuatu ditakdirkan dengan sebab dengan usaha. Allah tidak mentakdirkanku kita kaya kecuali jika kita bekerja keras. Kenyang itu takdir, sebabnya makan. Kita tidak bakal bisa kenyang kecuali kita makan. Terbebas dari dahaga juga takdir dengan kita minum. Diantara sebab yang paling kuat itu adalah doa. Doa itu sebab.
Hukum sebab akibat, kita harus mengambil sebab yang syar'i atau sebab qadari
Sebab syar'i, sebab yang diijinkan oleh syariat.
Sebab qadari, sebab yang terbukti secara pengalaman.
Dalam mengambil sebab kita tidak boleh bersandar kepada sebab. Tetap kita bersandar kepada Allah. Walaupun sudah usaha dengan maksimal. Kita meyakini seberapa besar kekuatan sebab, tidak akan mempengaruhi tanpa kekuatan dari Allah. Sebagaimana kisah nabi Ibrahim. Api sebab yang sangat kuat bisa membakar apa saja, tapi ketika Allah menghendaki lain, nabi Ibrahim tidak terbakar karena api dijadikan dingin. Sebaliknya terkadang sebab itu lemah tapi Allah takdirkan terjadi maka terjadi. Ketika Maryam mengandung, menendang pohon kurma jatuh lah buah kurma karena takdir Allah. Sebesar apapun sebab yang kita ambil, kalau Allah takdirkan lain maka hasil lain. Intinya Allah nomer satu jangan sampai kita dua kan Allah, melupakan allah.
Demikian pula masturbasi itu ditakdirkan dengan amal salih dan masuk neraka juga ditakdirkan karena amal yang buruk. Masuk surga ditakdirkan dengan cara beramal salih.
Beramal alah kalian masing-masing kalian akan dimudahkan dengan amalan kalian
. Sebagian salaf dipaksa belajar ilmu agama. Namun ilmu punya kekuatan, ilmu akan membimbing kita untuk ikhlas. Sehingga asalanya kami menuntut ilmu untuk selain Allah, namun ilmu membimbing kita untuk ikhlas kepada Allah.
Doa termasuk sebab yang sangat kuat, keliru jika ada yang mengatakan doa itu sebab yang lemah. Orang yang meremehkan doa doanya tidak akan dikabulkan Allah. Jangan ragu-ragu dengan doa, dan harus yakin akan dikabulkan.
Doa hamba-Ku tergantung persangkaanya kepadaku.
Mengambil sebab itu harus sempurna dengan doa dan berharap kepada Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar