Sabtu, 25 April 2015

Pintu-pintu kemaksiatan

Kajian oleh ustadz Zaid Susanto 
Masjid Pogung Raya

Setiap manusia tempatnya kesalahan, 
Untuk menghindari seringnya kita terjerumus dari kesalahan, maka kita perlu mengetahui pintu-pintunya. 
Kemaksiatan itu memiliki sebab dan memiliki pendahuluan, yang akhirnya akan mengantarkan kepadanya. Kemaksiatan itu memiliki pintu masuk yang menyebabkan seseorang masuk kedalam kemaksiatannya, sebagaimana kebaikan ada pintunya, maka kemaksiatan ada pintu dan kuncinya. 
Mengetahui perkara yang menyebabkan seorang yang terjemurus dalam kemaksiatan, itu adalah sangat penting. Supaya seseorang bisa menjauhi kemaksiatan dan menjaga diri agar tidak terjatuh dalam kemaksiatan. 

Sahabat hudaifah Ibnu Yaman berkata dulu para sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang kebaikan-kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan, karena aku takut kalau keburukan itu akan menemuiku, aku takut aku akan terjerumus dalam keburukan itu. 

Kata seorang penyair, aku mengetahui keburukan bukan untuk melakukannya tetapi untuk menghindarinya. 

Penyebab kemaksiatan kepada Allah itu banyak.

Maksiat itu ada dua macam. 
1. Meninggalkan kewajiban. 
2. Melanggar aturan, atau mengerjakan perkara yang haram. 

Kemaksiatan yang paling besar adalah, sibuknya manusia untuk mengerjakan perkara yang tidak bermanfaat bagi dia dan tidak ada kepentingan baginya. 
Contohnya, Shalat, ia tidak shalat karena sibuk dengan yang lain. Contoh lain Tidak menutup aurat, karena sibuk membuka aurat dan yang lainnya. 
Maka cek diri kita, apakah yang kita lakukan sudah bermanfaat atau tidak bermanfaat. 

Sesuatu yang menyibukkan diri dalam hal yang tidak bermanfaat itu adalah maksiat. Maka Imam Syafii mengatakan, jiwa itu kalau tidak disibukkan dengan pekerjaan bermanfaat maka jiwa akan menyibukkan anda dengan yang tidak bermanfaat. 

Pekerjaan yang tidak bermanfaat itu ialah yang tidak mendatangkan manfaat bagi dunia dan akhirat.  
Contoh nonton bola. Kalau dipikir, nonton bola jam 2 malam, itu faedah dunianya apa? Apa badan jadi sehat, IQ jadi nambah, atau mata jadi tajam pandangannya? Ada manfaatnya? Jujur? 
Kalau faedah agama, apa faedahnya bagi agama kita? Apakah kita nonton bola sambil berdzikir? 
Paling-paling dzikir ya kalau tim kesayangan kebobolan, dzikir ya astagfirullah Al adzim. 

Maka, Jika perkara ini tidak ada faedah dunia dan akhirat maka ini adalah pintu maksiat. Meninggalkan suatu perkara yang tidak manfaat, adalah sebuah sebab untuk mencapai kesempurnaan keislaman seseorang dan keimanan seseorang.  
Oleh karena itu pernah nabi bersabda, Diantara tanda baiknya keislaman seseorang, meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-tirmidzi, Ibnu majah, di hasankan oleh Imam Nawawi dan al albani. 

Barangsiapa yang menyibukkan dengan perkara yang tidak ada manfaatnya, perkara yang percuma dan memberikan kepada dunia semua waktunya, atau berlebih-lebih dalam menikmati perkara yang mubah, Misalnya tidur, tidur yang berlebihan. Makan, makan yang berlebihan. Makan di Warung kucing, makan lima ribu ngobrolnya berjam-jam, perkaranya mubah, tapi berlebih-lebihan dan perkara yang mubah ini tidak dijadikan sebagai perkara atau sarana untuk mengingatkan agar bertaqwa kepada Allah maka ia telah membuka pintu kemaksiatan bagi dirinya sendiri. 

Adapun pintu-pintu maksiat adalah anggota tubuh manusia, yang paling berbahaya ada empat; 
1. Mata.
2. Lisan.
3. Akal.  
4. Anggota tubuh lainnya.

Dikatakan oleh Imam ibnul qayyim, barangsiapa yang menjaga empat anggota ini maka ia telah menjaga agamanya yakni:
1. Pandangan-pandangan 
2. Bersitan-bersitan pikiran
3. Ucapan-ucapan
4. Langkah-langkah

Maka seorang manusia hendaknya menjadi penjaga dirinya sendiri di depan empat pintu ini. Hendaklah ia betul-betul berjaga-jaga di garis depan pintu ini, karena dari pintu ini musuh itu akan masuk, siapa itu? Syaitan. 

Manusia memiliki dua musuh. Barangsiapa yang belum bisa mengalahkan musuh yang ada didalam jiwanya maka ia tidak bisa mengalahkan musuh yang ada di luar jiwanya. Musuh Intern itu adalah jiwanya, asalnya jiwa itu senantiasa memerintahkan diri untuk melakukan keburukan. Kalau seseorang itu tidak bisa mengalahkan musuh Intern maka ia tidak bisa mengalahkan musuh diluar. 

Musuh diluar itu ada tiga 
1. Iblis/syaitan 
2. Orang kuffar
3. Orang munafik

Orang yang tidak bisa mengalahkan musuh didalam jiwanya maka ia tidak akan bisa mengalahkan musuh di luarnya. 
Orang yang tidak bisa mengalahkan dirinya untuk bangun shalat subuh tidak akan bisa mengalahkan musuh di luarnya. Contoh Kalau tangan anda masih sakit asam urat maka tangan anda tidak bisa digunakan memukul orang. 

Maka ketahuilah pintu-pintu kemaksiatan ini agar kita bisa terhindar dari keburukan dan kemaksiatan. 
 

Selasa, 21 April 2015

Fitnah dajjal

Kajian ustadz Ammi Nur baits
Mushola al ikhlas, sendowo

Fitnah dajjal

Salah satu cara untuk menghindari fitnah dajjal adalah menghafal surat AL kahfi.

Fitnah dajjal terbesar adalah fitnah dunia. Tahun sebelum datangnya dajjal, Allah kondisikan kaum muslimin dalam keadaan kekurangan.
Setelah dajjal muncul, maka nabi Isa akan turun. Keyakinan muslimin ketika nabi Isa turun adalah membantai kekufuran dan membunuh dajjal. 

Tanda kiamat kubro
1. Munculnya mahdi
2. Munculnya dajjal
3. Turunnya nabi Isa.

Nabi. Isa turun di timur Damaskus, bertepatan dengan waktu shalat subuh dan shalat subuh telah di iqomati, kaum muslimin menyuruhnya jadi Imam, lalu nabi Isa menolaknya. Nabi Isa turun dan menjadi umat nabi Muhammad, dan tidak membawa syariat baru. 
Turunnya nabi Isa adalah kebenaran dan mempunyai tugas yang berbeda dengan keyakinan kaum Nasrani. 
Surat Ali Imran ayat 81, ingatlah ketika Allah mengambil janji seluruh para nabi dari yang pertama hingga terakhir, ketika diberikan hikmah dan kitab kemudian datang kepada kalian para nabi dikemudian hari, seorang rasul yang membenarkan wahyu yang kalian bawa, apakah kalian sanggup untuk beriman dan menolongnya, dan mereka para nabi mengatakan, apakah Kamu akan mengambil perjanjian? Lalu para nabi mengatakan kami sepakat. Dan saksikanlah  saya menjadi saksi bersama kalian. 

Inilah adalah persaksiannya Allah dengan para nabi tentang diutusnya nabi Muhammad. 
Ayat ini merupakan dalil tegas tidak ada nabi yang masih hidup di dunia. Jika ada maka mereka harus menolong nabi Muhammad. Jika nabi Ilyas dan khudri masih hidup mereka wajib mendatangi nabi Muhammad. Namun tidak dijumpai para nabi itu ikut membela nabi. Jika mereka masih hidup mereka harus membaiat nabi sebagai nabi. 

Andai Musa masih hidup maka Musa tidak boleh melakukan apapun selain mengikutiku. Nabi Isa turun dalam rangka membunuh dajjal dengan tombak beliau. 

Palestine dimasa mendatang menjadi istananya dajjal. Palestina tidak dilindungi Allah tidak sebagaimana Mekkah dan Madinah, maka memaksakan diri untuk melindungi Palestine dari orang kafir, maka tidak mungkin bahkan Palestine merupakan markas dajjal. 
Apabila Isa melihat dajjal, maka dia meleleh sebagaimana garam meleleh di air. Andaikan nabi Isa biarkan ia meleleh pasti mati sendiri namun nabi Isa membunuhnya. Artinya nabi Isa membunuh dajjal. Ketika itu kemenangan di tangan Isa, untuk menampakkan dajjal mati ditangan Isa, dan kekuasaan menjadi milik nabi Isa. Setelah itu keluarlah Yajuj dan majuj. Ini sekaligus menjadi tanda hari kiamat. 

Yajuj dan majuj, ini dua kelompok yang kafir, yang berasal dari keturunan Bani Adam. Dan dua kelompok ini sangat banyak tidak ada ya g bisa menghitungnya kecuali Allah. Sampai disebutkan dalam sebuah hadis, Rasulullah menyebutkan berapa jumlah Yajuj majuj, Allah pernah memanggil Adam, wahai Adam, kemudian Allah berfirman, keluarkanlah gerombolan para ahli neraka, lalu Adam beratnya siapakah gerombolan penghuni neraka, lalu Allah berkata, dalam setiap seribu ada 999 masuk neraka, satu yang selamat ke surga. Ini adalah keturunan Adam, artinya seluruh umat manusia. Keturunan nabi Adam 1/1000 masuk surga. Maka para sahabat bersedih. Untuk menjadi satu dari seribu peluangnya sangat kecil. Gembira lah kalian karena 1 yang masuk surga adalah kalian yakni umat nabi Muhammad, yang. 999 adalah Yajuj dan majuj. Ini menggambarkan banyaknya Yajuj dan majuj. 
Ini menunjukkan betapa mahalnya surga, Imam Ibnu qayyim mempunyai sajak yang berakhiran nun. 

Wahai barang dagangan Allah kamu tidaklah barang dagangan yang mahal bagi orang yang pemalas.
Wahai barang dagangan Allah engkau tidaklah orang yang selamat kecuali satu atau dua. 

Seribu Yajuj dan majuj dibandingkan Mukmin sangat banyak dan mereka adalah kafir. Karena itulah hadis ini memberikan kesimpulan tidak benar pendapat ulama Yajuj dan majuj adalah bangsa Cina dan bangsa tartar. Diantaranya Syaikh abdurahman As sadi. Namun yang benar Yajuj dan majuj belum keluar. Dan Yajuj Dan majuj semuanya orang kafir. Mereka adalah orang yang suka berbuat kerusakan di bumi, ketika gerombolan pertama datang mereka melewati sebuah laut kecil, lalu mereka minum air di danau ini sampai habis. Nama dananya danau kaspia, lalu gelombang kedua datang, dan mengatakan dulu  danau ini ada sekarang kering. Kemungkinan besar mereka adalah orang yang berasal dari negeri itu. Yajuj Dan majuj berada didalam benteng yang dibangun oleh dzulqarnain. Dajjal itu anak Bani Adam. Begitu juga Yajuj dan majuj.

Yajuj dan majuj tidak akan melewati Gunung thur. 
Pasukan nabi Isa berhasil mengalahkan dajjal, orang kafir. Dibawah pimpinan nabi Isa dan mahdi seluruh pimpinan Yahudi, Nasrani, dajjal akan kalah Dan itu adalah jihad terbesar. Akan tetapi ketika Yajuj dan majuj datang mereka tidak bisa mengalahkannya. 
Ini dalil tegas dalam jihad, kalau pasukan muslimin tidak mampu melawan maka tidak boleh jihad. Jihad itu wasilah untuk mencapai tujuan dalam Islam bukan tujuan utama. Karena itu jika orang menjadikan jihad tujuan utamanya ini adalah keliru. 

Allah membinasakan Yajuj dan majuj dalam satu malam. Sehingga mereka menjadi bangkai. Saking banyaknya mereka mati mereka seperti Gunung yang isinya bangkai manusia. Lalu Allah mengutus burung yang memiliki leher seperti leher onta. Burung ini mengambil bangkai dan melempar mereka ke laut. Salah satu hikmah Allah jadikan laut asin, sebanyak apapun bangkai maka tidak busuk. Lalu Allah turunkan hujan untuk membersihkan mereka. 

Tanda kiamat setelah itu adalah Allah cabut kan AL quran dalam hati manusia. Allah hilangkan quran dari mushaf.
Munculnya Ad dukhan, munculnya kabut
Hancurnya Kabah
Terbitnya matahari dari barat
Muncul dabba, binatang yang bisa berbicara.
Munculnya lembah yang menggiring manusia ke masyhar. Akan ada muncul api dari Yaman, yang akan mengejar manusia untuk menggiring mereka ke masyhar. Mashyar ada dua. Di dunia dan di hari kiamat. Mashyar itu di Syam, tempat berkumpulnya seluruh manusia di bumi nantinya. 

Dalil nabi Isa akan turun, tidak ada satupun ahli kitab selain mereka beriman kepada nabi Isa sebelum matinya nabi Isa. Dan dali, nabi Isa adalah ilmu bagi hari kiamat dan jangalah kalian meragukannya. Nabi Isa adalah tanda datangnya hari kiamat.  

Batasan Kafirnya seorang yang meninggalkan shalat

Kajian ustadz Ammi Nur baits
Mushola al ikhlas, sendowo

Apabila kita mengambil pendapat orang yang meninggalkan shalat itu kafir, apakah syarat menjadi kafir itu meninggalkan seluruh shalat atau sebagian. 

1. Tidak kafir jika tidak meninggalkan seluruh shalat. Jika hanya shalat maghrib, atau Jumat saja maka tidak kafir.
2. Meninggalkan semua shalat, maka ini dihukumi kafir. 

Jika meninggalkan shalat tanpa udzur, maka ia dihukumi kafir. Orang yang mengakhirkan shalat dari waktunya secara terus menerus, ia bisa keluar dari Islam. 

Shalat jamaah hukumnya wajib, tidak boleh meninggalkan shalat berjamaah kecuali ada udzur. Meninggalkan shalat berjamaah dengan sengaja adalah ciri orang munafik. 
Barangsiapa yang tidak mendatangi shalat berjamaah maka tidak ada shalat baginya. 

Jika sebuah kampung tidak menunaikan shalat, maka dipastikan kampung tersebut sudah dikuasai oleh syaitan. 

Nabi punya keinginan untuk amar maruf nabi mungkar, beliau keliling kampung untuk mencari orang yang tidak mau shalat berjamaah, terutama di jaman beliau adalah orang munafik, dan diancam untuk membakar rumah mereka.
 Kaidah hukuman tidak boleh melebar. Jika ada yang bersalah maka tidak boleh menghukumi dengan hukuman yang melebar ke orang lain. Sehingga nabi mengurungkan keinginan tersebut, karena khawatir ada istri dan anak seorang lelaki yang tidak mengerjakan shalat berjamaah di masjid. 
Orang boleh meninggalkan shalat jamaah jika ada udzur syar'i. Batasannya adalah jika tidak dikerjakan akan membawa mashlahat yang besar. 

Adapun Manfaat orang menjaga shalat berjamaah:
1. Persatuan muslimin
2. Saling akrab
3. Saling bantu membantu. 

Shalat berjamaah merupakan bagian dari Islam, namun disayangkan banyak orang yang menganggap remeh shalat. 


Kafirnya orang yang meninggalkan shalat

Kajian ustadz Ammi Nur baits
Mushala al ikhlas, sendowo 

Imam Ahmad mengatakan, siapa yang meninggalkan shalat maka dia kafir. Dan tidak ada satupun amal yang ditinggalkan menyebabkannya kafir kecuali shalat. Siapa yang kafir Allah membolehkannya untuk dibunuh. Maka ini adalah hukuman orang yang murtad. Semua orang yang divonis kafir maka halal darahnya. Tugas membunuh ini kembali kepada Pemerintah. Karena kalau Pemerintah yang mengeksekusi tidak ada dendam pribadi. 

Prinsip ajaran sunnah yang disampaikan Imam Ahmad orang yang meninggalkan shalat maka ia kafir. Yang dimaksud kafir adalah keluar dari ajaran Islam. 
Ada beberapa amal yang jika dikerjakan merupakan perbuatan kekufuran namun tidak membuat orang keluar dari Islam. Sebagaimana dosa, ada yang besar dan kecil, dan kekufuran pun demikian. Diantara kufur kecil adalah ada dua sifat manusia yang ini adalah kekufuran, yakni mencela Nasab dan kedua adalah meratapi mayit. Meratapi mayit termasuk dosa besar, karena menunjukkan tidak ridho terhadap ketetapan Allah tentang kematian fulan. Kedua perbuatan ini adalah kekufuran namun tidak membuat irang keluar dari Islam. 
Orang yang shalat maka ia tidak boleh dibunuh. Rasulullah diperintahkan Allah untuk tidak boleh membunuh orang yang masih shalat. 

Masalah meninggalkan shalat ada beberapa rincian. 

Pertama, orang yang meninggalkan shalat karena mengingkari bahwa shalat itu wajib. Ini adalah kekufuran. Maka orang yang meninggalkan shalat karena tidak mengakui shalat itu wajib, maka ini orangnya kufur, tanpa perselisihan kaum muslimin. Karena ia mengingkari perintah yang diketahui semua orang Islam yang mana perintah ini wajib. Hal ini seperti orang yang mengingkari zakat, juga puasa dan haji ini juga kafir. Tapi jika ada suatu perkara yang bukan sesuatu yang dipahami seluruh kaum muslimin maka yang seperti ini. Tidak termasuk kekufuran. Ada orang yang mengingkari wajibnya wudhu karena memakan daging onta. Maka orang ini tidak kafir karena status batalnya wudhu belum disepekati para ulama. Ini adalah masalah khilafiah. Sama halnya kepada orang yang tidak mau mengakui haramnya rokok. Karena rokok membahayakan, dan Ini adalah ijmanya para dokter. Namun orangnya tidak mengakui haramnya rokok tidak kafir. Berbeda kalau orang yang mengingkari haramnya khamr adalah maka ia kafir. Karena semua kaum muslimin sepakat haram. Kalau rokok tidak haram karena ada syubhat. Semua yang bisa menyebabkan candu itu berbahaya dan semua yang berbahaya itu haram, namun dalam hal ini (rokok) masih ada syubhat. 

Kedua, orang yang meninggalkan shalat namun ia meyakini shalat itu wajib. Itu tahu yang meninggalkan shalat itu mendapat hukuman, namun ia sibuk dengan dunianya, ia malas. Dengan demikian ini menunjukkan bahwa mahalnya hidayah. Shalat itu cuma beberapa menit namun ada saja orang yang meninggalkan shalat, disaat ada orang yang bersamaan waktu dengannya sedang menunaikan shalat. 
Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja meskipun ia mengakui shalat itu wajib, maka ia kafir, karena ini adalah Ijma sahabat. Abdullah bin syafii pernah mengajarkan, tidak ada satupun amal yang dianggap para sahabat yang apabila ditinggalkan menyebabkan orang itu keluar dari Islam selain shalat. Diantara dalil orang yang meninggalkan shalat itu kafir, hadits dari buraidah bin Hussein, barang siapa yang meninggalkan shalat ashar maka amalnya terhapus. Sementara amalnya orang yang terhapus adalah kafir. Barangsiapa yang mengingkari keimanan maka amalannya terhapus. Dan di akhirat ia termasuk orang yang merugi. 
Shalat juga sebagai AL bainiyah artinya adalah pemisah sesuatu dengan sesuatu yang lain. Jika dilanggar akan masuk kedalamnya. Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat siapa yang meninggalkannya maka ia kafir. Siapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja, maka ia berlepas diri dari tanggungan Allah. Alah tidak menjamin dirinya, kalau tidak dijamin, maka Allah tidak memberikannya surga. 

Dalil yang lain ialah, kalian tidak boleh memberontak kepada Pemerintah, kecuali kalian melihat perbuatan kekufuran yang jelas. 

Nabi bersabda, pemimpin terbaik adalah merka yang kalian cintai, dan mereka mencintai kalian. Mereka mendoakan kalian dan kalian mendoakan kalian. Pemimpin terjelek adalah yang kalian benci, dan mereka membenci kalian. Mereka mendoakan keburukan untuk pemimpin itu dan pemimpin juga mendoakan keburukan untuk rakyatnya.. Tidak boleh diperangi selama ibadah shalat masih dijaga. Maka nabi melarang memberontak selama pemimpin masih shalat. 

Orang yang meninggalkan shalat divonis kafir. Lalu yang harus dilakukan Pemerintah ketika menangkap orang yang tidak shalat, maka ia diminta bertaubat. Kalau ia mau bertaubat maka dilepaskan jika tidak maka ia dibunuh dalam kondisi kufur, sehingga tidak dimandikan, dishalatkan dan dikumpul dengan mayit kaum muslimin. 

Ulama mutaakhirin, berpendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat sementara ia masih meyakini shalat itu wajib ia tidak kufur namun ia telah melakukan kufur asghar. Mereka berdalil bahwa orang masih memiliki iman. Konsekuensi yang melanggar ini ditangkap oleh hakim maka ia diminta bertaubat, jika bertaubat dilepas, jika tidak dibunuh. Sebagai had meninggalkan shalat. Sehingga ketiak sudah selesai dibunuh, ia dimandikan, dikafani dan dishalatkan. Hukuman shalat dalam Islam hukumannya mati. Hanya berselisih ia kafir atau tidak. 



Hubungan doa dan takdir

Kajian ustadz Amir as soronji
Masjid ulil Albab, universitas Islam Indonesia.


Doa apabila sudah ditakdirkan maka pasti akan terjadi. Sesuatu yang kita minta kita panjatkan jika sudah ditakdirkan pasti akan terjadi, baik kita berdoa atau kita tidak berdoa. Jika yang kita minta tidak ditakdirkan pasti tidak akan terjadi baik meminta doa atau tidak, untuk apa kita berdoa jika sudah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Doa seolah tidak ada gunanya, kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan oleh Allah. Sebagian orang menganggap ini pernyataan yang benar lalu ia meninggalkan doa dan ia berkata tidak ada faedahnya kita berdoa. Orang-orang yang membenarkan pernyataan ini, di samping kebodohan mereka yang keterlaluan dan kesesatan yang melampaui batas, mereka kontradiksi. Mengapa terjadi kontradiksi, karena konsekuensi mazhab mereka menolak usaha-usaha manusia. Mereka mengatakan mengapa saya harus kerja kalau Allah takdirkan saya kaya maka akan kaya, sehingga ia tidak mau berusaha. Konsekuensi mazhab mereka menolak semua usaha yang dilakukan manusia. Maka bantahan bagi mereka, kenyang dan terbebas dari dahaga jika sudah ditakdirkan pasti akan terjadi, kamu gak usah makan saja. Seharusnya mereka tegar dengan pendapat mereka, untuk apa makan untuk apa minum. 

Pernyataan ini tidak sejalan dengan akal manusia. Adakah manusia berakal berpendapat dengan pendapat ini? Tidak. Bahkan hewan binatang ternak diberi naluri untuk berusaha dalam rangka menjaga kelangsungan hidupnya. Burung dipahi hari terbang keluar cari makanan, hewan saja berusaha. Hewan itu lebih berakal dan lebih paham dibandingkan mereka, mereka seperti binatang ternak dan lebih sesat. Karena binatang saja berusaha, mereka tidak mau berusaha. Orang yang berdalil dengan takdir, bertentangan dengan akal sehat. Ada sebagian orang yang sedikit lebih pintar mereka mengatakan menyibukkan diri dengan berdoa masuk dalam bab beribadah kepada Allah. Allah akan memberikan pahala kepada orang yang berdoa, namun doa tidak memberikan pengaruh terhadap apa yang diminta. Ini sesat juga cuman masih mending dibandingkan golongan yang pertama, golongan yang sebelumnya. Tidak ada bedanya menurut mereka antara orang yang berdoa dengan yang tidak berdoa. Hubungan antara doa dan tidak berdoa sama seperti orang yang diam dan orang yang berak sama saja.

Kelompok ketiga berpendapat, doa itu hanya sekedar tanda yang Allah berikan. Apabila Allah memberikan Taufiq itu hanya tanda Allah akan memenuhi keperluannya. 
Ketiga kelompok ini ada yang menyimpang dan sesat.

Yang benar pendapat yang mengatakan segala sesuatu ditakdirkan dengan sebab dengan usaha. Allah tidak mentakdirkanku kita kaya kecuali jika kita bekerja keras. Kenyang itu takdir, sebabnya makan. Kita tidak bakal bisa kenyang kecuali kita makan. Terbebas dari dahaga juga takdir dengan kita minum. Diantara sebab yang paling kuat itu adalah doa. Doa itu sebab. 

Hukum sebab akibat, kita harus mengambil sebab yang syar'i atau sebab qadari
Sebab syar'i, sebab yang diijinkan oleh syariat. 
Sebab qadari, sebab yang terbukti secara pengalaman. 

Dalam mengambil sebab kita tidak boleh bersandar kepada sebab. Tetap kita bersandar kepada Allah. Walaupun sudah usaha dengan maksimal. Kita meyakini seberapa besar kekuatan sebab, tidak akan mempengaruhi tanpa kekuatan dari Allah. Sebagaimana kisah nabi Ibrahim. Api sebab yang sangat kuat bisa membakar apa saja, tapi ketika Allah menghendaki lain, nabi Ibrahim tidak terbakar karena api dijadikan dingin. Sebaliknya terkadang sebab itu lemah tapi Allah takdirkan terjadi maka terjadi. Ketika Maryam mengandung, menendang pohon kurma jatuh lah buah kurma karena takdir Allah. Sebesar apapun sebab yang kita ambil, kalau Allah takdirkan lain maka hasil lain. Intinya Allah nomer satu jangan sampai kita dua kan Allah, melupakan allah. 
Demikian pula masturbasi itu ditakdirkan dengan amal salih dan masuk neraka juga ditakdirkan karena amal yang buruk.  Masuk surga ditakdirkan dengan cara beramal salih. 
Beramal alah kalian masing-masing kalian akan dimudahkan dengan amalan kalian

. Sebagian salaf dipaksa belajar ilmu agama. Namun ilmu punya kekuatan, ilmu akan membimbing kita untuk ikhlas. Sehingga asalanya kami menuntut ilmu untuk selain Allah, namun ilmu membimbing kita untuk ikhlas kepada Allah. 

Doa termasuk sebab yang sangat kuat, keliru jika ada yang mengatakan doa itu sebab yang lemah. Orang yang meremehkan doa doanya tidak akan dikabulkan Allah. Jangan ragu-ragu dengan doa, dan harus yakin akan dikabulkan. 
Doa hamba-Ku tergantung persangkaanya kepadaku. 

Mengambil sebab itu harus sempurna dengan doa dan berharap kepada Allah. 

Doa sebagai obat

Kajian ustadz Amir As soronji
Masjid ulil Albab, universitas Islam Indonesia. 

Ketika jumlah pasukan kaum muslimin sedikit dikeroyok orang kafir, senjata yang digunakan Rasulullah adalah doa. Doa termasuk sebab yang paling kuat untuk merubah kehidupan kita. Kalau belum berubah maka yang salah bukan doanya tapi orangnya. 

Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan, ketahuilah Allah tidak akan menerima doa dari hati yang lalai lagi tidak serius. 
Berdoa tidak konsentrasi tidak khusyuk maka doanya tidak diterima oleh Allah. Oleh karenanya doa adalah obat yang bermanfaat yang bisa menghilangkan penyakit. Doa termasuk obat, bahkan doa adalah obat yang bermanfaat. Pada jaman Rasulullah ada wanita kena penyakit ayan, lalu ia mendatangi Rasulullah. Untuk meminta didoakan. Kata Rasulullah, Rasulullah memberi dua pilihan. Didoakan lalu sembuh atau tidak didoakan, tetap bersabar dan mendapatkan surga. Lalu wanita yang kena penyakit ayan, wahai Rasulullah saya lebih memilih untuk bersabar, tapi ketika saya kambuh aurat saya terbuka, tolong doakan ketika saya kambuh, aurat saya tidak terbuka. Dari sini, kata ulama doa termasuk obat. Doa termasuk sebab kesembuhan. 
Doa adalah sebab yang paling kuat yang bisa mengubah hidup kita. Dalam sebuah hadis ketika tali sandal kita putus, minta bantuan kepada Allah. Maka doa merupakan obat yang sangat bermanfaat yang bisa menghilangkan penyakit. Akan tetapi kelalaian hati dari Allah, itu melemahkan kekuatan doa. Demikian pula memakan yang haram ini bisa menghilangkan kekuatan doa, dan bisa melemahkan doa. 
Para rasul diperintahkan untuk makan yang baik-baik dan laksanakan amal salih. Kemudian dalam ayat lain Allah memerintahkan orang beriman untuk memakan makanan yang baik-baik. Jadi perintah Allah kepada para rasul dan orang beriman itu sama. Kemudian Rasulullah menyebutkan seorang laki-laki yang melakukan Safar yang panjang, rambutnya kusut, pakaiannya berdebu, kemudian ia mengangkat kedua tangannya kelangit, sambil membaca ya rabbku, ya rabbku, tetapi makanannya haram, minumannya haram dan dihidupkan dengan yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan. Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik. 
Abdullah bin Ahmad, putranya Imam Ahmad menyebutkan dalam kitab zuhud karya Imam Ahmad. Bani Israil ketika ditimpa bencana mereka keluar dari suatu tempat lalu mereka berdoa. Tapi bagaimana mungkin akan dikabulkan mereka membunuh dan penuhi rumah mereka dengan barang haram, maka Allah tidak mengabulkan doa mereka, dan hanya menambah kemurkaan mereka. 
Kata abu dzar. Jika kita ingin doa kita dikabulkan cukuplah berbuat baik, sebagaimana makanan di cukupkan dengan garam. 

1. Doa yang dipanjatkan adalah doa yang baik
2. Konsentrasi ketika berdoa
3. Tidak melakukan hal yang bisa menghalangi dosa yang kita kerjakan
4. Berbuat baik kepada orang, termasuk mendoakan saudara kita.  

Doa adalah obat. Doa termasuk obat yang paling bermanfaat, musuh bencana, doa akan melawannya dan akan mengobatinya, dan doa akan menghalangi turunya bencan dan akan, mengangkat bencana atau meringankan bencana ketika bencana turun, dan doa adalah senjata orang Mukmin. Sebagaimana Imam hakim meriwayatkan dalam shahihnya, Rasulullah berkata doa adalah senjatanya orang Mukmin, dan tiang agama dan cahaya langit dan bumi. 
Dan doa dalam menghadapi bencana ada tiga keadaaan;
1. Doa lebih kuat daripada bencan, sehingga doa kamu menolak bencana. 
2. Doa lebih lebih dibandingkan bencana, bencana lebih kuat sehingga  seorang hamba di timpa bencana. Namun terkadang doa bisa meringankan penyakit. 
3. Sama-sama kuat dan keduanya saling menyerang satu sama lain. Kalau doanya menang maka penyakit tidak jadi menimpa kita. 

Rasulullah bersabda sikap hati-hati tidak bisa menolak takdir, dan doa itu bermanfaat bagi musibah yang sudah turun dan belum turun. Ketika musibah turun doa itu juga bermanfaat paling tidak meringankan penyakit kita. Sesungguhnya bencana itu akan turun lalu ketemu dengan doa lalu keduanya berperang sampai hari kiamat. Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa. Doa termasuk sebab yang paling kuat. Dan didalam mustadrak AL hakim dari hadis Ibnu Umar, nabi bersabda, doa bermanfaat bagi musibah yang sudah turun dan musibah yang belum turun, maka hendaknya kalian berdoa wahai hamba Allah. Jangan meremehkan doa, doa sebab yang paling kuat dalam memudahkan hidup kita. 
Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali kebaikan. Sesungguhnya seseorang akan terhalang mendapatkan rezeki disebabkan dosa yang dia lakukan. 

Dalam sebuah hadis Qudsi Allah mengatakan, Berdoalah kalian kepadaku niscaya aku akan kabulkan, Allah maha kaya. Maka, kalau doa kita belum di kabulkan paling tidak kita sudah Beribadah kepada Allah. Karena dalam sebuah riwayat lain Rasulullah pernah bersabda doa adalah ibadah. 
Termasuk sifat orang sombong adalah tidak mau berdoa. 

Ketika seorang hamba berdoa ada tiga kemungkinan
1. Allah langsung kabulkan sesuai yang ia minta. 
2. Allah tidak kabulkan sebagaimana yang ia minta, tapi Allah menghindarkan ia dari musibah
3. Doanya tidak dikabulkan, ia ditimpa musibah, namun Allah sumpah doanya dan di hari kiamat Allah kabulkan doanya. 

Intinya kita khuznudzon kepada Allah. 

Kelalaian hati, maksudnya, ketika ia berdoa ia tidak memahami apa yang ia baca. 
 

Senin, 20 April 2015

Cara Menghilangkan najis

Kajian ustadz Amir as soronji 
Masjid al mukmin, depan Warung Steak Jl Kaliurang. Km 6

Najis yang wajib dihilangkan, adakalanya najis itu ada di permukaan bumi atau permukaan tanah yang berhubungan dengannya, berupa tembok, dinding,mkolam,matamu segala tempat yang tergenang didalamnya air, serta bebatuan. Bagaimana cara mensucikannya? 

Cara mensucikannya, yakni cukup mensucikannya dengan disiram sekali, sehingga najisnya hilang. Artinya kalau ada najis dilantai, diambil satu gayung lalu disiram hilang, maka itu cukup kalau belum cukup disiram sampai hilang. Najis dihilangkan dengan cara menuangkan air diatasnya sekali saja. Dalilnya, karena nabi pernah memerintahkan disiramkan air kepada air kencing orang Arab Badui yang pernah kencing di masjid. Demikian pula apabila najis tersebut disiram air hujan atau disiram dengan air yang mengalir, itu juga sudah cukup. Apabila najis tersebut hilang, dnegan disiramkan air diatasnya atau dengan air hujan yang turun atau air yang mengakir diatasnya, maka hal itu cukup dalam mensucikannya. Patokannya sampe najisnya hilang. Atau terkadang kita tidak siram, kita basahi kain lalu kita Lap, maka itu tidak mengapa, yang penting najisnya hilang. 

Jika najis tersebut selain tanah atau yang berhubungan dengannya, jika najis tersebut dari anjing, dari babi, dan apa-apa yang keluar dari keduanya, maka bagaimana cara mensucikannya? Caranya dengan tujuh kali basuhan. Kalau yang tadi cuma sekali siraman air, maka untuk hak ini tujuh kaki basuhan. Basuhan yang pertama dengan tanah. Dengan cara tanah dicampur dengan salah satu basuhan. Bukan hanya tanah saja. Tidak isyaratkan dan diharuskan basuhan yang dicampur tanah basuhan pertama bisa yang kedua atau yang selainnya. 

Apabila anjing, menjilati bejana salah seorang dari kalian maka hendaknya ia mencuci bejana tersebut tujuh kali, yang pertama dengan tanah atau salah satu basuhan ya dengan tanah. Hukum ini umum, bagi bejana dan selainnya. Seperti pakaian dan kasur. Bukan hanya bejana. Kalau celana dijilati anjing maka cara menghilangkannya sama dicuci tujuh kali salah satunya dibasuh dengan tanah. 

Jika najis tersebut bukan anjing atau babi, seperti air kencing, kotoran manusia, darah. Darah ini ada khilaf Diantara para ulama apakah najis atau tidak. Kalau penulis mulakhash itu menganggapnya najis. Ini perdebatannya panjang dan kuat. Dan yang kuat darah tidak najis karena ada banyak riwayat para sahabat berdarah ketika shalat namun tetap melanjutkan shalat. Namun darah haid dan nifas ulama sepakat itu najis.

Najis diatas dicuci dengan air, disertai dnegan gosokan atau dikucek, dan diperas. Jadi kalau baju kena air kencing, dicuci dulu, dikucek lalu diperas. Sampai najisnya hilang sehingga tidkw tersisa zatnya najis dan warnanya najis. 

Benda-benda yang dicuci itu ada tiga macam;
1. Benda yang bisa kita peras, misalnya pakaian, maka harus diperas. 
2. Benda yang tidak bisa diperas, dan bisa dibalik seperti kulit dan yang semisalnya. Contohnya karpet, susah di peras. Kalau kena bagian najis gimana, cuci bagian atasnya kemudian dibalik dan dicuci bagian bawahnya. 
3. Benda yang tidak bisa diperas dan tidak bisa dibalik, maka harus dipukul-pukul atau diinjak-injak. Contoh karpet yang permanen, cara mensucikannya, dicuci, dipukul-pukul, diinjak dan diletakkan sesuatu diatasnya yang berat sehingga hilang najisnya, dengan air. 

Ember yang berisi air kena najis, misalnya air kencing manusia maka cara menghilangkannya, tambah air ke ember sampai najisnya hilang. 

Jika samar, tidak diketahui tempat najis pada badan atau pakaian, atau tempat yang kecil, maka wajib mencuci bagian yang dimungkinkan adanya najis padanya. Sehingga dapat dipastikan hilangnya najis tersebut, jika seseorang tidak tahu disisi mana najis tersebut, maka ia mencuci semuanya. 

Cukup cara mensucikan air kencing anak kecil yang belum memakan makanan, cukup dipercik dengan air. Bayi yang masih menyusui. Air kencingnya dibersihkan dnegan cara dipercik saja. Dalilnya berdasarkan hadis ummi qais, bahwasanya ummu qais membalas anaknya yang masih kecil yang belum makan makanan kepada Rasulullah, lalu Rasulullah mendudukinya dalam pangkuannya, lalu ia kencing di pakaiannya Rasulullah. Lalu beliau meminta air, beliau memercikkannya dengan air dan beliau tidak mencuci bajunya. 
Jika anak tersebut sudah memakan makanan, karena ingin dan menjadi pilihannya, maka air kencingnya seperti air kencing orang dewasa, hukumnya sama. Cara mensucikannya dicuci. Demikian pula kencing anak perempuan yang masih kecil, seperti kencing wanita yang sudah dewasa. Air kencing anak perempuan yang belum makan makanan cara mensucikannya di cuci. Kenapa dibedakan anak kecil laki-laki dan perempuan? Sebagian ulama ada yang mencari alasannya. Karena anak laki-laki sering digendong karena disukai. Karena sering digendong maka diberi ruksah. Sebagian lain juga mengatakan sudah seperti itu darisananya tidak bisa diutak-atik. 
 

Fiqh perceraian

Catatan dari Kajian ustad Firanda andirja
Di masjid jamilurrahman, Bantul

Nikah merupakan karunia dari Allah. Anugerah yang Allah berikan kepada para rasul dan orang yang bertaqwa adalah pernikahan.
Pernikahan membawa banyak kemaslahatan yang diinginkan oleh syariat. Rasulullah bersabda, barangsiapa Diantara kalian yang mampu untuk menikah maka menikahlah, sesungguhnya pernikahan dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Ini akan menjauhkan seorang muslim dari hal yang haram. Ia akan menyalurkan pada hal yang halal. Jika tidak ada pernikahan akan membawa banyak penyakit sosial.

Salah satu tujuan pernikahan adalah untuk mendapatkan anak yang saleh. Kata nikah bukan perkara yang indah, bagaimana mungkin nabi Musa bekerja selama sepuluh tahun demi menikah. Ini menunjukkan pernikahan merupakan sebuah kemuliaan. Karena kemuliaan dari pernikahan inilah maka pernikahan harus kita jaga.

Terkadang setelah pernikahan timbul hal yang tidak diinginkan. Sampai pada tingkatan bercerai, jika dilanjutkan akan banyak kemudharatan. Solusi terakhir dalam Islam adalah perceraian.
Tahapan cerai adalah tahapan yang terakhir.
Dalam kaum nasara, tidak ada perceraian ini menunjukkan agamanya yang tidak sempurna.

Iblis ingin sekali perceraian, setiap ada cekcok, iblis ingin adanya perceraian. Perceraian merupakan program yang sangat disukai iblis.

 Karena didalam pernikahan banyak sekali kemaslahatan.
1. Menundukkan pandangan
2. Menjaga kemaluan
3. Memiliki keturunan yang saleh
4. Menghindarkan diri dari penyakit sosial
5. Memperbanyak jumlah kaum muslimin.

Perpisahan antara pasangan suami istri bisa timbul dari tiga pihak.
1. Pihak hakim, atau Pemerintah. Misal suami dan istri adalah saudara sepersusuan, atau suaminya murtad, maka yang memisahkan adalah hakim.
2. Pihak wanita. Dalam istilah fiqh bahasanya fasq, atau juga disebut khulu. Hukum asal khulu adalah haram. Wanita mana saja yang meminta cerai pada suami tanpa dasar yang syar'i, maka haram baginya bau surga.
3. Pihak lelaki, disebut dengan talak. Cerai yang menjatuhkannya adalah lelaki.

Adapun Sebab-sebab meminta cerai: 
1. Suami tidak memenuhi kewajiban suami. Contoh, tidak memberi nafkah, tidak bisa memberi kebutuhan biologis.
2. Suami berakhlak buruk.

Sedangkan Khulu (wanita yang meminta diceraikan) itu bukan cerai, bukan talak, ia tidak terhitung cerai. Tetapi tali pernikahan tersebut putus, maka sang wanita harus mengembalikan mahar suaminya. Ini adalah keputusan hakim. 

CeRai ini adalah sesuatu yang sakral sampai-sampai Allah menurunkan surat at talaq. Kalau seorang lelaki mau menceraikan harus memperhatikan beberapa keadaan, tidak bisa ia langsung ceraikan istrinya. Oleh karena itu,Cerai kalau dilakukan dengan tepat adalah ibadah.

Ada aturan yang diberikan Allah tentang perceraian.
Cara lelaki menjatuhkan cerai
Dengan lafadz cerai. Melafalkan cerai ini ada dua model.
1. Sharih. Yakni dengan mengucapkan, Saya talak kamu. Atau dalam bahasa kita saya cerai kan kamu.
2. Kinayah. Dalam hal ini berselisih para ulama, ada yang mengatakan, hanya pisah belum cerai. Karena salam hal ini kata suami tidak tegas mengatakan saya menceraikan kamu, ia hanya mengatakan saya pisah dengan kamu. Atau kita pisah. 

Lafal cerai lebih tepat karena lebih mengkhususkan pada perpisahan pernikahan. Lafal cerai sah jika di niatkan cerai. Dalilnya kisah nabi Ismail yang menceraikan istri pertamanya.
Kalau niatnya tidak menceraikan namun hanya menakuti istri, maka tidak jatuh cerai. Dalilnya kisah kaab.
Masalah cerai itu masalah ketaqwaan. Maka jangan sembarang mengucapkan lafal cerai.

Kalau suami menceraikan dalam keadaan marah. Apakah talaknya jatuh atau tidak? 
Hampir 99 persen perceraian timbul dalam keadaan marah. Maka perlu merinci terlebih dahulu. 

Kondisi orang marah ada tiga:
1. Marah yang sangat tinggi sampai seperti orang gila. Tidak sadar. Sehingga ia tidak bisa membedakan sesuatu, dan ketika ia mengucapkan talak maka talak tersebut tidak jatuh, menurut Ijma para ulama. Karena Kalau seorang berada di puncak kemarahan sehingga ia tidak tahu apa yang diucapkan olehnya maka talak tidak jatuh.
2. Diawal kemarahan masih sangat sadar, marahnya sedikit, dan marah yang seperti ini jatuh talaknya, maka jika ia marah dalam keadaan sadar atau sedikit tidak sampai hilang kesadaran karena marahnya dan ia mengucapkan kalimat talak atau semisalnya maka dengan ini talaknya telah jatuh.
3. Sangat marah namun masih sadar. Iini ada khilaf Diantara ulama. Sebagian ulama mengatakan talaknya jatuh, sebagian mengatakan tidak karena ada perselisihan dalam hadis yang dihasankan AL Bani, yang tidak memperbolehkan cerai kalau marah. Maka disini ada perselisihan. 

Talak itu ada dua model.
1. Talak sunni. Ini yang halal atau benar.
2. Talak bidi/bidah. Ini yang haram atau salah.

Ini istilah yang dibuat para ulama. Ini berkaitan dengan wanita yang punya haid, adapun wanita yang tidak punya haid, tidak ada talak sunni dan bidah.

Allah berfirman tentang wanita yang punya haid, sesungguhnya para wanita yang diceraikan maka mereka menanti selama tiga masa haid.

Talak sunnah seorang lelaki menceraikan jika memenuhi persyaratan
1. Dia menjatuhkan talak satu. Bukan talak tiga sekaligus. 
2. Dia menjatuhkan talak tatkala sang wanita suci dan belum di gauli.
Ini talak yang benar.

Talak bidah
1. Di talak tatkala haid. Khilaf Diantara ulama. Empat mazhab mengatakan talak ya jatuh. Dia berdosa dan talak ya jatuh.
Mentalak istrinya di masa haid. Jatuh talak, namun haid itu tidak di hitung.
2. Mentalak istri dalam kondisi suci namun digauli.
Karena dikhawatirkan istrinya hamil. Lalu ia menyesal. Karena iddahnya akan panjang.
3. Langsung menjatuhkan talak tiga. Barangsiapa menjatuhkan talak tiga itu berdosa.
Syarat seorang menjatuhkan talak tiga, ia bisa menikahi wanita lagi, ketika wanita sudah menikah lagi, sudah digauli dan dicerai.

Ketika istri hamil, maka ini bukan talak sunnah juga bukan talak bidah. Karena ia sudah tahu risiko ketika ia mentalak istrinya ia akan kehilangan anaknya.

Masa iddah:
1. Wanita hamil. Masa iddahnya sampai melahirkan. Dalam surat at talaq, adapun wanita yang mengandung menunggu hingga ia melahirkan.
2. Wanita yang ada haidnya. Tiga kali haid, bukan tiga kali suci.
3. Wanita yang tidak ada haidnya. Ada dua model, pertama wanita yang belum baligh. Kedua, wanita menopause. Sudah tidak bisa lagi punya haid. Wanita ini masa iddahnya 3 bulan. Bulan hijriah.
4. Wanita yang suaminya meninggal. Maka masa iddahnya 4 bulan 10 hari. Dihitung sejak meninggal suaminya.

Wanita yang ditinggal meninggal suami tidak boleh melakukan hal-hal berikut ini;
1 tidak boleh berhias.
2.Tidak boleh menggunakan perhiasan
3. tidak boleh pakai parfum
4. Ia harus Tinggal di rumah suami
5. Tidak boleh keluar rumah kecuali ada hajat atau darurat. Seperti ke pasar jika tidak ada yang bisa ia utus membelikan makanan. Atau hal lain yang mengharuskan ia keluar rumah. 

5. Wanita yang belum disentuh, wanita yang kondisinya seperti ini ada dua kondisi: 
1. Belum disentuh belum disebutkan mahar
2. Belum disentuh sudah disebutkan mahar

Disunnahkan ketika rujuk dengan wanita yang di talak pertama adalah mendatangkan dua saksi sebagaimana mendatangkan dua saksi ketika bercerai. Agar tidak terjadi perselisihan Diantara keduanya.
Rujuk itu ada dua bentuk: 
1. Rujuk dengan perkataan. Saya rujuk dengan kamu. 
2. Rujuk dengan perbuatan. Misalnya tanpa berkata-kata ia langsung melakukan hubungan intim dengan istrinya sebagai tanda ia rujuk dengan istrinya, dalam hal Ini ada khilaf Diantara ulama, sebagian ulama mengatakan ini lebih kuat daripada sekedar perkataan ulama. Namun pendapat yang lebih kuat ini bukan dinikahi. Maka yang lebih hati-hati adalah ia rujuk dengan perkataan terlebih dahulu dengan cara ia mengatakan saya kembali kepadamu atau rujuk denganmu dengan perkataan.

Wanita yang ditalak ada dua.
1. Talak satu atau dua namun masih dalam masa iddah. Statusnya masih istri. Masih dinafkahi, masih tinggal dirumah suaminya. Maka masih jadi mahram, boleh ditemani Safar. Kalau suami meninggal masih berlaku hukum waris. Atau sebaliknya suaminya juga masih dapat waris. Tidak boleh digauli, dicium, disentuh.
2. talak tiga atau talak satu dan dua namun keluar dari masa iddah. Statusnya bukan istri. Tidak wajib dinafkahi, boleh keluar rumah suaminya, tidak ada hukum waris. Suaminya tidak bisa kembali kepadanya.

Faedah masa iddah
1. Merenungkan kembali kesalahan mereka berdua
2. Semoga ada perkara yang baik dari Allah untuk mereka kembali
3. Membersihkan rahim dari suami sebelumnya
4. Kalau dalam masa iddah suami boleh rujuk tidak perlu menunggu istrinya, tapi kalau sudah selesai masa iddah maka ia harus melamar dan istrinya boleh menolak.





Kamis, 16 April 2015

Ibadah yang baik

Kajian wasiat Rasulullah 
Oleh Ustadz Afifi Abdul Wadud
masjid pogung raya, Kaliurang, Sleman. 
Ibadah yang baik. 

Kata Rasulullah kepada muadz, jangan pernah engkau meninggalkan setiap akhir shalatmu, doa ini, ya Allah tolonglah aku bisa bersyukur kepadamu, berdzikir kepadku, dan memperbaiki ibadah kita. 

Nabi katakan shalat kita ada yang 1/10. 1/9 dan seterusnya. Sangat jauh kita dari kualitas ibadah yang baik, benar-benar baik. Diantaranya khusyuknya kita, sehingga sangat banyak ibadah yang kita lakukan tidak berdampak. Tidak menggores dihati kita. Kenapa? Karena buruknya ibadah kita. Seandainya ibadah kita berkualitas, akan memberikan dampak yang bagus kepada kita. Karena sesungguhnya seluruh ibadah yang Allah berikan kepada kita mempunyai dampak kepada jiwa, agar jiwa itu bersih. 
Misalnya shalat, sesungguhnya shalat mencegah pelakunya dari perbuatan fasyah dan mungkar. Ini jika shalatnya benar, shalatnya berkualitas. Akan mencegah pelakunya dari perbuatan kekejian dan kemungkaran. Berapa banyak kita shalat, namun kita masih berbuat keji dan mungkar. Ini menunjukkan shalat dia kurang berdampak, atau bahkan tidak berdampak sama sekali. 

Demikian pula kita seberapa banyak shalat kita yang nabi katakan, wahai bilal, istirahatkan kita dengan shalat. Shalat kita jika baik, seakan ia beristirahat dengan shalat, ia akan tenang, hatinya akan sejuk, sehingga ia mencintai amalan shalat yang ia lakukan. Akan tetapi berapa banyak praktik yang kita lakukan shalat menjadi berat bagi kita. Sehingga tidak merasakan dalam shalat itu kesejukan, kenyamanan. 

Diantara shalat yang membuat kita tidak nyaman, kita tidak betah jika berlama-lama shalat. Ini menunjukkan kita tidak menikmati shalat, atau menikmatinya cuman sedikit. Orang itu kalau makan ia nikmati, ia akan makan dengan lahap, tapi kalau ia tidak menikmati maka dia nek. Sehingga tidak ada minat lagi menghabiskan makanan. 
Demikian pula puasa kita, haji kita, semuanya baru pada tingkatan, mengugurkan kewajiban. Tapi semua ini tidak berdampak sama sekali. Sebelum haji rentenir, sesudahnya tambah rentenir, kata dia, ini berkahnya haji. Ini bukan berkahnya haji, tapi hajinya gak fungsi sama sekali. Jika hajinya itu berbekas, maka semakin baik ia. Diantara bagus kualitas haji seseorang adalah senang memberikan makan kepada orang. 

Baiknya beribadah itu muncul dari rasa Ihsan, ihsan dalam ibadah seperti yang dingkapkan Rasulullah dalam hadis Jibril. Ihsan antabudallah, kaanakun tarahu, fii inlaam takuntarahu, fainnahu yarahu.  

Disini ada dua tingkatan Ihsan. 
1. Anda beribadah kepada Allah seakan-akan anda melihat Allah. Tingkatan ini dikatakan para ulama adalah musyahadah.
Di dunia ini anda tidak akan bisa melihat Allah sebagaimana Musa yang ingin melihat Allah, ia pingsan. Allah janjikan kelak di akhirat, manusia, ahlu jannah akan melihat Allah. Ini adalah kenikmatan yang paling tinggi yang mengalahkan semua kenikmatan jannah yang mengalahkan segala kenikmatan. 
Aku sediakan kepada hamba-Ku yang salih. Segala kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata manusia di dunia.
Seandainya anda pernah melihat segala keindahan yang ada di jagat raya ini, maka segala kenikmatan yang anda lihat tidak pernah anda lihat di surga. 
Dan kenikmatan yang tidak pernah dengar, dan kenikmatan yang pernah terlintas di hati manusia. Akan tetapi ada kenikmatan yang diberikan ahlu jannah, yakni, kenikmatan melihat wajah Allah. Bagi orang yang mereka di dunia berbuat Ihsan kepada Allah dan kepada makhluk bagi mereka adalah surga dan tambahan. Yang dimaksudkan dengan tambahan adalah melihat wajah Allah. 
Rasulullah shallahu alaihi wa salam mengatakan ketika melihat wajah Allah seperti melihat bulan purnama, apakah kalian melihatnya dengan berdesak-desakan? Bukan berarti wajah Allah seperti bulan purnama, akan tetapi tidak berdesak-desakan dalam melihat wajah Allah. 
Pada hari ini ahlu jannah wajahnya berseri-seri karena pancaran kebahagiaan dari hatinya. Karena mereka lihat wajah Allah. Pada hari itu orang kafir terhalang dari melihat wajah Allah. Kata Imam syafii, ini menjadi dalil seorang Mukmin akan melihat wajah Allah.mdianatara azab orang kafir adalah terhalang melihat wajah Allah. Dan ini adalah kenikmatan paling puncak melihat wajah Allah. Seandainya ada pertanyaan, apakah sama, keseringan ahlu jannah melihat wajah Allah? Jawabnya tidak! Tergantung seringnya ia merindukan Allah. Inilah pentingnya kita belajar tentang Asma'ul Husna. 

Rasulullah pernah ditawari Allah, apakah ia ingin tinggal ditengah sahabatnya atau bertemu dengan Allah. Nabi lebih memilih bertemu dengan alah. Inilah kerinduan yang mengalahkan kerinduan dengan segala kerinduan. 

2. Seandainya anda tidak melihat Allah, Allah melihat anda. Tingkatan ini disebut muraqabah. 
Ini akan menjadi penghalang kuat, ia bermaksiat dengan Allah. Ia akan merasa diawasi Allah. Dia akan gampang meninggalkan maksiat karena Allah melihatnya. 

Ihsan adalah tingkatan beragama yang paling tinggi, yang akan menentukan baik atau bagusnya ibadah seseorang kepada Allah. 

Empat pertanyaan pada hari kiamat, tentang jasad!


Kajian empat pertanyaan pada hari kiamat
Oleh; ustadz Afifi Abdul Wadud
Masjid AL jihad, Dayu, Kaliurang, Sleman. 

Pertanyaan keempat pada hari kiamat yang Allah tanyakan kepada kita kelak adalah tentang Jasad kita. Jasad kita akan ditanyakan dan dalam hal apa yang kita lelahkan. 

Dalam pertanyaan yang keempat ini manusia ada dalam beberapa keadaan:
Keadaan
1. Orang yang melelahkan badannya dalam berbagai macam bentuk amalan. 

Keadaan ini terbagi menjadi dua:

1. Orang yang capek dan mendapatkan amalan tersebut
Orang yang membuat capek dirinya dalam perkara ketaatan kepada Allah. Jiwa kita sebagaimana Imam syafii menujukkan sebuah nasihat, jiwa ini seandainya tidak disibukkan dnegan perkara yang haq, maka seseorang akan disibukkan dengan perkara yang batil. Maka berbahagialah jika kita merasa lelah, akan tetapi semua kelelahan yang ia dapatkan dalam rangka amal ketaatan. Satu contoh diantaranya, orang capek karena jihad, jihad hal yang utama, yang keutamaannya paling tinggi. Sesungguhnya Allah telah membeli harta dan jiwa seorang Mukmin dengann surga yang mereka ini, mereka menghabiskan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka berperang dijalan Allah. Di seluruh dunia ini semua negara punya angkatan perang akan tetapi hanya dua, berperang dijalan Allah apakah dijalan Thaghut. Orang-orang Mukmin, mempersiapkan perang dijalan Allah,nsehingga capeknya itu dihargai Allah. Dari latihan fisiknya, semua yang dilakukannya seandainya dijalan Allah tidak ada yang sia-sia, sangat rugi jika ia telah mempersiapkan dirinya bukan dijalan Allah. Orang yang berjihad di jalan Allah akan dimasukkan surga dan diberi mahkota yang permatanya lebih baik dari dunia dan isinya, dia diampuni dosanya sebelum darahnya menetes di tanah, dan diberikan kesempatan memberi syafaat kepada keluarga dan tidak ada orang yang ingin hidup lalu berperang lagi kecuali para Syuhada. Akan tetapi bukan jihad sembarang namun ada tata cara yang diajarkan oleh Allah. Tidak setiap memanggul senjata, membunuh orang kafir, membunuh orang itu dikatakan jihad. Namun semuanya ada tata caranya. 

Contoh lain, ibu-ibu mengeluh capeknya mengurus anak, dari hamil, melahirkan, menyusui, belum anaknya nangka dan sebagainya, akan tetapi seandainya capeknya ini karena hatinya berangkat dari ketaatan kepada Allah maka akan digantikan kecapekan ya itu oleh Allah. Allah mewasiatkan kepada kedua orang tuanya yang telah mengandungnya, Allah wasiatkan kepada para anak untuk mensyukuri nikmat pemeliharaan orang tua yang memeliharanya. Agar dia mensyukuri Allah dan mensyukuri orang tuanya. Tidak ada yang sia-sia dari capeknya seorang ibu. Semuanya berpahala. Tapi kalau tidak ada dasarnya kecapekannya itu, tidak dilandasi dari ketaatan kepada Allah, maka sia-sia. 

Contoh lain juga kepada bapak-bapak yang bertanggung jawab dalam rangka mencari nafkah istri dan anaknya. Istri adalah tanggungan suami, Allah halalkan istri untuk suami, dan Allah lebihkan warisan laki-laki dari wanita karena laki-laki itu Allah beri kelebihan yakni harus mencari nafkah. Seorang Laki-laki tidak boleh nganggur. Rasulullah mengajarkan umatnya harus bekerja, walaupun ia memanggul kayu dari hutan lalu di bawa ke kota, lalu ia jual itu lebih terhormat daripada ia minta-minta. Ini dalam tentang tanggung jawab dalam menghidupi istri dan anaknya. Kata nabi semangatlah anda dalam hal yang memberikan hal yang bermanfaat bagi anda. Sahabat Ali bin abi Thalib, yang juga merupakan keluarga nabi mencontohkan, Diantaranya Ali bekerja mengambilkan air untuk orang, dan ia tidak malu. Sahabat lainnya, Abu bakar, seandainya ia tidak dicegah, ketika beliau menjadi khalifah ia tetap bekerja karena bertanggung jawab kepada istri dan anaknya. 

Capeknya seorang lelaki dalam mengurusi keluarga maka ini sesuatu yang Allah berikan nilai. "Satu dinar yang diberikan kepada seorang miskin, satu dinar yang diberikan untuk membebaskan budak, satu dinar yang diberikan untuk infaq dijalan Allah dan satu dinar yang diberikan kepada keluarga maka yang lebih utama adalah satu dinar untuk keluarganya terlebih dahulu. 

Contoh lainnya, sebagian orang juga merasa capek berdakwah, ia menyiapkan materinya ia berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya, akan tetapi seorang dai itu harus yakin bahwa capeknya dia, waktunya dia, semuanya akan dibayar oleh Allah dengan banyaknya keutamaan dari ia berdakwah.
Contoh lainnya lagi, Sebagian orang juga capek mencari ilmu, ia pergi dari majelis satu ke majelis lainnya, mencatat pelajaran, ia bosan dengan ilmunya tapi mencari ilmu itu kewajibannya sangat besar. Kalau capeknya kita dalam rangka ketaatan karena Allah maka tidak ada yang sia-sia. Capek kita akan diganti oleh Allah. Sekarang kita boleh capek di dunia, akan tetapi di akhirat kelak tidak ada lagi kelelahan, segalanya penuh kenikmatan. Karena telah tergantikan dengan capeknya ia di dunia.

2. Orang yang capek beramal namun tidak diterima amalannya. 
Ada orang capek yang dikatakan Allah, mereka beramal akan tetapi sia-sia. Mereka lelah beramal akan tetapi sia-sia. Umar bin khatab pernah menyaksikan seorang pendeta sibuk melakukan ibadah di gerejanya. Menangis Umar, mengingat tentang ayat Allah, mereka telah beramal dan amal mereka sia-sia. Maka bagaimana disini kita harus bermuhasabah, capeknya kita ini, capek yang berharga disisi Allah. Jangan sampai kita capek-capek lalu amal kita dicampakkan oleh Allah. 

Diantara ciri orang Mukmin adalah mereka yang telah melakukan berbagai macam ketaatan akan tetapi dihati mereka ada rasa gundah, apakah amalan mereka diterima oleh Allah atau tidak.

Ada kisah seorang salaf, namanya Atho, dia sudah bekerja keras membuat sebuah kain tenun yang bagus, setelah jadi dibawa ke seorang pedagang. Oleh pembeli, kain itu dilihat-lihat, bagus tapi sayang ada cacatnya. Lalu dikembalikan oleh si pembeli, maka ia tidak jadi membeli. Maka si Atho yang menerima kembali kain itu lalu ia menangis, si pembeli mengira Atho menangis karena kainnya tidak dibeli. Lalu berkata si pembeli, "wahai Atho seandainya engkau menangis karena kain itu tidak dibeli, maka sini aku beli namun dengan harga yang cacat." Lalu jawab Atho, saya menangis bukan karena kain saya engkau tolak, aku membuat kain itu semaksimal mungkin, maka seandainya seorang Mukmin sudah membuat amalnya dengan capek dan merajut amal semaksimal mungkin, lalu kemudian amalnya itu dicampakkan oleh Allah, maka aduhai celakanya yang demikian." 

Maka disini terdapat pelajaran,  seorang Mukmin adalah orang yang selalu muhasabah atas amalannya. Ia senantiasa memikirkan apakah amal ia diterima Allah atau tidak. Dan ini yang menjadikan ia lebih banyak beramal dan memperbaiki kualitasnya. 

Maka kata Imam AL Basri, seorang Mukmin, ia mengumpulkan antara bagusnya amal dan rasa takut seandainya amalnya ia ditolak oleh Allah. Orang ini akan terus beramal dan menjadikan dirinya muhasabah atas segala amalnya. Orang yang seperti ini akan jauh dari sombong dari amal yang ia miliki. 

Seorang salaf mengajarkan dirinya sendiri, kalau anda bertemu dengan orang yang lebih muda, maka ucapkan sungguh aku telah mendahului dirinya dalam hal dosa, sehingga ia merasa dosanya lebih banyak dan si muda lebih sedikit, sehingga ia merasa si muda ini lebih baik darinya. Kalau ia melihat yang lebih tua, ia katakan pada dirinya, dia telah mendahului aku dari kebaikan sehingga ia merasa amalnya lebih sedikit daripada orang yang lebih tua. Maka Jangan sampai seorang muslim ia telah capek-capek lalu amalnya ditolak oleh Allah. 

Keadaan 
2. Orang yang malas-malas, ia tidak gunakan badannya, sehingga ia tidak capek-capek beramal.
Jiwa ini adalah jiwa yang tidak menyibukkan diri dengan beramal. Ini bukanlah sifat seorang yang baik. apalagi seorang muslim, yang hidupnya dipergunakan untuk beribadah. Seandainya seseorang itu ia tidak punya pekerjaan di dunia, ia akanmengerjakan pekerjaan, yang akan menumpuk urusan kebaikannya di akhirat kelak. Rasulullah menuntutkan diri kita untuk berlindung dari kemalasan. Dengan sebuah doa yang bagus, Allahuma inni audzubika minnal kasali wal ajzi. 

Semoga bermanfaat. 

Jumat, 10 April 2015

Khosiyah dan muraqabahnya para salaf

Kajian 'Aina nahnu min akhlaqi salaf
Bab khosiyah dan muraqabah

Oleh Ustadz Afifi Abdul wadud
Masjid AL ikhlas, utara fakultas peternakan UGM, Sleman.
Setiap hari Senin dan Jumat bada maghrib-isya.

Salaf dan rasa khosiyah mereka kepada Allah dan rasa muraqabah mereka kepada Allah. 

Khosiyah sama dengan khauf. AL khauf memiliki makna takut, khosiyah juga memiliki makna takut. AL khauf rasa takut secara umum pada apa dan siapapun, dengan ia tahu atau tidak tahu yang ia takutkan itu bagaimana. Kadang ada orang tidak tahu kenapa ia takut. 

Adapun khosiyah, rasa takut yang disertai dengan ilmu, yakni pengetahuan dengan yang ia takuti. Oleh karena itu Allah peruntukannya kata khosiyah ini untuk para ulama. Sesungguhnya yang benar-benar mewujudkan rasa takut yang benar hanya para ulama. Karena ulama ia mengetahui Allah dengan sifat yang telah dijelaskan oleh Allah. Rasa takut yang muncul karena ilmu tentang ia takuti ini yang dinamakan khosiyah. 

Allah memuji orang yang memiliki rasa takut kepada Allah dan kepada ancaman Allah. Rasa takut kepada Allah hanya tumbuh dari orang yang mengenal, mengetahui siapa itu Allah, melalui nama dan sifat Allah yang telah diajarkan kepada kita sehingga ia tahu dan tergambar sempurna keagungan Allah, maka ini yang memunculkan rasa takut yang disertai dengan ilmu. 

Seperti dalam surat Al mukminun ayat 57-61. Sesungguhnya orang yang memiliki rasa takut kepada Allah rabb mereka, dan Orang-orang yang mereka terhadap ayat Allah  mereka beriman.Tidak semua orang mengimani ayat-ayat Allah. 

Tidak ada yang sempurna mengimani quran dan sunnah sebagaimana ahlu sunnah. Keimanan ahlu bidah adalah keimanan yang pilih-pilih dan mengikuti selera, seandainya ia mendapatkan ayat yang tidak sesuai selera ia simpan, atau ia menjelaskan sesuai seleranya, ia melakukan perubahan makna dari firman Allah. Contoh tentang yang menyikapi nama dan sifat Allah. Ada mauthilah dan ada kelompok yang menyerupakan Allah dengan makhluk. Sehingga orang yang beriman dengan ayat Allah dengan benar adalah ahlu sunnah. Dan mereka orang yang tidak menyekutukan Allah dan orang yang mereka telah menunaikan berbagai macam amal ketaatan. Namun dengan banyaknya amalan hati mereka bergolak seandainya amal mereka tidak diterima Allah. 

Sehingga Aisyah pernah menanyakan kepada Rasulullah tentang ayat tersebut.  Ya Rasulullah apakah mereka itu orang yang minum khamr atau mencuri sehingga mereka takut. Rasulullah jawab bukan. Mereka bahkan yang shalat, berpuasa, sedekah tapi bersama dengan itu semua ada rasa takut seandainya perasaan amal itu tidak diterima. Orang seperti ini ia disatu sisi ia akan menyempurnakan amalnya sesempurna mungkin, dan sisi lainnya dia adalah orang yang benar-benar muhabasah tentang apa yang ia lakukan. Apakah yang ia lakukan betul-betul membawa keridhaan Allah atau ada cacat yang bisa mengurangi amal atau membatalkan amal. 

Imam Hasan AL Basri, berkata, mereka adalah orang yang telah mengamalkan berbagai macam ketaatan. Dan mereka orang yang giat bersemangat, memiliki mujahadah dalam mengamalkan amal tersebut, dan bersama itu ia terdapat kekhawatiran amal tersebut ditolak Allah. Maka beliau berkata, sesungguhnya orang Mukmin itu mengumpulkan antara berbuat Ihsan dan rasa takut. Demikian orang munafik, mereka mengumpulkan dua hal, buruknya amal yang ia lakukan, tapi bersama itu ia ada rasa aman. Hatinya aman seakan ia yakin akan selamat di hari kiamat. Padahal ia tidak memiliki amalan yang berkualitas dihadapan Allah. 

Allah mensifati wali Allah, mereka yang memasuki kampung akhirat, ketika setelah kematian, mereka tidak takut dan tidak sedih. Orang yang di dunia memiliki rasa takut kepada Allah maka di akhirat kelak Allah berikan keamanan. 

Orang yang merasa aman dan nyaman di dunia, dia tidak shalat, tidak puasa merasa aman dan nyaman, maka hari kematian dan setelahnya akan penuh dengan ketakutan. 

Di katakan oleh para ulama kita, barangsiapa yang hari ini punya rasa takut kepada Allah maka ia shalat, ia puasa, zakat, ia belajar agama, ini adalah cerminan ia memiliki rasa takut kepada Allah, maka hari esok ia akan aman. Maka barangsiapa yang merasa aman, maka besok dia akan diliputi dengan rasa takut. 

Khosiyahtullah merupakan pilar agama, pilar ubudiyah. 

Sebagaimana perkataan para salaf kita, barangsiapa yang beribadah kepada Allah hanya dengan rasa takut semata maka dia khawarij. Seakan tidak ada harapan kepada Allah. 

Barangsiapa yang beribadah dengan harapan semata, ia murjiah, dan barangsiapa yang beribadah kepada Allah hanya berdasarkan cinta, ia munafik. Barang siapa yang beribadah kepada Allah dengan rasa takut, harapan dan juga cinta maka ia adalah orang yang bertauhid kepada Allah. 

Sehingga hal ini membuat dia menahan diri dari larangan Allah dan melakukan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah. Tidak ada yang manusia itu paling takuti yang membuat ia semakin mendekat kecuali Allah. 

Rasa takut memiliki buah yang sangat indah. Rasa takut membuat Allah akan mengujinya. 
Dalam AL maidah ayat 94. Allah katakan, wahai orang yang beriman sungguh benar-benar kami akan menguji kalian dengan sesuatu. 
Ujian Allah pasti berkaitan dengan keimanan seseorang dan ujian Allah dihadirkan sedikit dengan sedikit. Diantara ujian adalah dimudahkan berbuat maksiat dan ia tinggalkan maksiat karena ia takut kepada Allah. Contoh dalam ayat ini adalah yaitu para sahabat dalam keadaan Ihram, Diantara larangan Ihram adalah berburu binatang, justru pada saat itu Allah datangkan binatang buruan yang sangat banyak. Ini dilakukan agar Allah mengetahui mana orang yang benar-benar takut kepada Allah. 

Rasa takut memiliki tingkatan, dan buah yang sangat indah. Rasa takut ini akan memberikan ia dorongan dalam ikhlas beramal. Rasa taku yang ada didalam dada seseorang akan mendorong seseorang ikhlas dalam beramal. Rasa takut juga akan mewujudkan amal salih dalam kehidupan. Para pedagang akhirat adalah orang yang bersemangat dalam beramal. Rasa takut mendorong memanfaatkan dunia untuk merasa keuntungan besar di akhirat. Orang yang betul-betul punya rasa takut ia akan segera mempersiapkan diri selamat dari azab Allah. Barang siapa yang segera beramal ia akan sampai kepada tujuan yang ia maksudkan.  


Diantara yang bisa menumbuhkan rasa takut seorang hamba kepada Allah, banyak cara:
1. Dia mengingat terhadap keagungan Allah subhanahu wa ta'ala. Diantara sebab rasa takut hamba adalah memiliki keagungan Allah melalui cipataan Allah. Orang yang berfikir langit yang tujuh, Allah menegakkan langit tanpa tiang, Allah membentangkan bumi. Allah memiliki arsy yang sangat besar. Bumi yang kita tempati adalah bumi yang satu dan luas, sehingga manusia berada di muka bumi di berbagai benua dan negara. Bumi yang tujuh dan langit yang tujuh dibandingkan dengan kursi Allah seperti lempengan logam kecil diletakkan di sahara. Kursi Allah di bandingkan dengan arsynya Allah juga seperti itu. Arsy ini disanggah oleh 8 malaikat. Malaikat penyangga arsy. Ketika manusia memikirkan keagungan makhluk ia akan memikirkan keagungan Allah. Allah menakut-nakuti kalian dengan keagungan Allah. Kaum nabi Nuh yang mengingkari dakwah nabi Nuh, nabi Nuh mengatakan kalian wahai kaumku tidak mengagungkan Allah dengan sebaik-baik pengagungan, padahal bumi akan digenggam oleh Allah dan bumi dihancurkan dengan tangan kanan Allah pada hari kiamat. 

2. Melakukan tadabbur terhadap kalam Allah. Ia menyimak, memahami terhadap kalam Allah yakni AL quran. Barangsiapa yang mempelajari AL quran dengan sepenuh hati dengan pemahaman yang benar, maka akan mengantarkannya kepada ketakutan kepada Allah. Imam Ibnu qayim mengatakan, tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hamba dalam kehidupan di dunia sampai akhirat, tidak ada yang lebih dekat untuk mengantarkan ia dari keselamatan, kecuali dengan tadabbur, memikirkan dalam-dalam AL quran. Ia pun mengumpulkan mengerahkan pikiran untuk memahami ayat-ayat AL quran apa yang terkandung di dalamnya. 
Imam ibnul jauzi berkata, wallahi, seandainya seorang Mukmin yang benar-benar berakal, ia membaca surat AL hadiid, dan membaca akhir surat AL Hasyr, dan ia membaca ayat kursi dengan tadabbur, membaca surat AL ikhlas, dengan penuh perenungan, benar-benar hatinya akan di buat rasa takutnya kepada Allah. Demikian juga siapa yang melakukan tadabbur dengan kalam dan sirah Rasulullah akan menimbulkan rasa takut kepada Allah. Karena Rasulullah adalah tuannya para pemimpinnya orang bertaqwa, dan imannya orang yang takut dan manusia yang paling memiliki rasa takut kepada Allah
3. Merasakan ada taksir dalam kewajiban ibadah yang dilakukan. Merasa kekurangan atas ibadah yang ia lakukan. 

4. Rasa takut seandainya amal dia tidak diterima oleh Allah. Yang Allah hanya menerima amal dari orang yang bertaqwa.

5. Mengingat dosa yang telah lalu yang telah ia lakukan. Kalau mau ingat jangan ingat kebaikan namun ingatlah dosa kita. 

6. Memikirkan tentang tempat kembali kota, bahwa kita akan mati dan akan memasuki alam barzah. Seandainya tidak diterangi oleh amala saleh dan tidak di luaskan oleh Allah niscaya ia dapat tempat yang buruk, sampai ia dibangkitkan Allah. 

7. Mengingat tentang AL maut yang akan menjumpai dia sewaktu-waktu. Sehingga ia segera mempersiapkan diri.

8. Memikirkan tentang kubur

9. Memikirkan tentang dahsyatnya kiamat. 

10. Memikirkan tentang neraka

11. Memikirkan tentang sifat dengan orang yang sifatnya menyelamatkan, bergaul dengan orang salih. 

12. Memikirkan khawatirnya terhalang ia dengan taubat dengan dosa dia

13. Memikirkan kalau ia mati dalam keadaan suul khatimah.

14. Membaca sirah orang yang memiliki rasa takut. 


Dimana kita dibandingkan para salaf dalam akhlak. 

Bab khosiyah dan muraqabah itu dimasukkan kedalam bab akhlak. Akhlak yang berkaitan dengan Allah, artinya akhlak itu bukan hanya berkaitan hamba dengan makhluk saja tetapi juga berkaitan dengan Allah. Pendidikan agar akhlak hamba dengan Allah ini adalah pendidikan aqidah. Ini yang akan membawa manusia dalam penghambaan yang sempurna. 

Tingkatan agama seseorang paling rendah, adalah Islam diatasnya iman diatasnya Ihsan dan ini menentukan kualitas amaliyah yang dimiliki seorang. 

Seorang yang di tataran paling rendah yakni Islam ia lebih menampakkan amalan dhohir, yang mana ia belum sampai pada tingkat berikutnya yakni iman. Sehingga pernah datang seorang Arab Badui kepada Rasulullah, lalu ia mengatakan, kami beriman ya Rasulullah. Maka Allah katakan kepada nabi, katakanlah belum, anda belum beriman, akan tetapi katakanlah kami telah Islam. Pelajaran dari kisah ini, disini Allah membedakan Islam dengan iman. Iman adalah tingkatan yang lebih khusus, lebih tinggi dari Islam. Iman itu apabila nilai amalan dia telah merasuk dalam hati dia. Kemudian ada yang namanya Ihsan, yang lebih tinggi lagi dan lebih berkualitas lagi. Dimana Ihsan itu terkandung didalamnya musyabaqah dan muraqabah yakni Ia memiliki kerinduan kepada Allah Dan rasa muraqabah, rasa selalu dalam pengawasan oleh Allah. 

Sahabat Ibnu mas'ud pernah mengatakan, tentang sesuatu yang menunjukkan kepribadian orang yang memiliki cerminan muraqabah kepada Allah. 
Beliau ingatkan kepada kita, "wahai manusia, kalian berada dalam lingkaran perjalanan siang dan malam." Berjalan, bukan berhenti, beliau ingatkan tentang kita tentang waktu, waktu dimana  menurut pandangan beliau sangat berharga, karena waktu adalah modal utama. 

Lalu beliau mengatakan, berkaitan dengan waktu, "tidak ada penyesalan yang aku rasakan seperti penyesalanku ketika matahari tenggelam, hari itu, jatah umurku berkurang sedangkan Amalku tidak bertambah." Beliau sangat menyesalkan, dimana dengan waktu sebagai hal yang berharga dalam kehidupannya. Hilangnya waktu, maka hilangnya modal yang pokok dalam kehidupannya.

 Kemudian ia kembali melanjutkan perkataannya , "Anda wahai manusia selalu dibatasi dnegan ajal anda. Siang malam mendekatkan anda kepada ajal. " Ini menunjukkan muraqabahnya beliau dan waspadanya beliau sehingga beliau mengingatkan pada kita waktu yang berjalan dan ajal. Beliau katakan, "semua amalan tersimpan, tidak ada amalan yang terlupakan oleh Allah, dan nanti akan digelar kitab catatan dan Allah katakan kepada pemilik buku, bacalah wahai hamba kitabmu sendiri. Hari ini andalah yang menjadi penghisab (penghitung) amal anda sendiri."

Ketika orang mujrim, melihat kitab mereka, maka orang mujrim ketakutan yang sangat luar biasa kepada kitab catatan yang Allah berikan. Lalu ia katakan aduhai celakanya kitab apa ini? Kitab yang memuat semua catatan, tidak yang kecil dan tidak yang besar tercatat dalam kitab tersebut ketika ia menghadap Allah. Hari dimana hamba mendapat kitab ditangan kanan atau kirinya.  Orang yang menerima kitab dengan tangan kanan ia akan berbangga dan bergembira dengan kitab yang Allah berikan kepadanya. Ia berbangga karena, ia yakin seyakin-yakinnya ada hisab sehingga ia melakukan amalan terbaik. Maka sekarang ia berada Disurga yang tinggi buah-buahnya didekatkan padanya, ia menikmati kenikmatan yang sangat menyenangkan. Ini adalah hasil perbuatannya dimasa yang lalu. Adapun orang yang menerima catatan dengan tangan kirinya, maka mereka mengatakan, aduhai seandainya aku tidak menerima kitab catatan amal ini. Dan aku tidak tahu, apa itu hisab dan aku tidak sangka akan terjadi hisab yang demikian. Ia mengatakan aduhai seandainya kematian yang menyelesaikannya, akan tetapi kematian adalah pintu hari akhirat, maka ia menyesalinya. Lalu Allah perintahkan malaikat untuk merangkainya dan melemparkannya ke dalam jahanam.
Maka Ibnu mas'ud mengingatkan tentang adanya hisab dan ajalnya datang secara mendadak. Kematian menjemput siapa saja, tidak peduli umur berapapun. 

Lalu Ibnu mas'ud mengatakan "barangsiapa yang menanam kebaikan-kebaikan maka ia akan memetik hasilnya, akan panen dan akan berbahagia dengan hasil panennya tersebut. Barangsiapa yang di dunia ia menanam keburukan, maka ia akan merasakan penyesalan, akan tetapi penyesalan yang tidak bermanfaat, ia akan mengeluh, dengan keluhan yang tidak berguna. Dan orang lain tidak akan bisa mengambil jatahnya orang yang lambat." Ini berkaitan dengan takdir, bahwa kita telah ditetapkan. Orang yang berlambat amal, ia tidak akan dapatkan kecuali apa yang ia ditakdirkan kepadanya. Rasululah mengajarkan, bertaqwalah anda kepada Allah, dan perbaguslah cara anda mencari Rizki Allah, jangan sampai lambatnya Rizki kepada anda, anda menempuh jalan yang haram. 

Diantara perkataan Ibnu mas'ud, ia mengatakan "barangsiapa yang Allah berikan kebaikan baginya, Allahlah yang berikan kebaikan pada dia. Barang siapa yang Allah jaga dari keburukan, maka Allahlah yang menjaganya." Ini menunjukkan bahwa mengembalikan segala sesuatu kepada allah. Sehingga kalimat laa hawla wala quwatul illa billah, menunjukkan pengetahuan hamba yang sempurna dan seluruh kekuatan dalam diri allah, dan dalam kebaikan pula seandainya tidak ada pertolongan allah ia tidak bisa melakukan kebaikan. Sehingga ia dimudahkan allah dalam perkara-perkara kebaikan. Beliau kembali melanjutkan perkataannya "Orang-orang bertaqwa adalah pemimpin yang terhormat, yang akan dihargai di dunia dan di akhirat. Di dunia, ketaqwaan akan dihargai orang, di akhirat akan dimuliakan allah, dan para malaikat. Dan para ulama, dibutuhkan manusia, akan tetapi manusia belum tentu dibutuhkan ulama. Orang kaya, miskin, laki-laki, wanita butuh kepada ulama. Akan tetapi ulama belum tentu membutuhkan kita, sehingga ulama adalah pemimpin orang bertaqwa. Sehingga kita perlu bergaul dengan para ulama agar bisa dibimbing oleh mereka." 

Pelajaran yang sangat Agung untuk kita renungkan dari perkataan lain para salaf, yakni bakr ibn Abdillah, beliau mengatakan "kalau anda melihat orang yang lebih tua, maka ucapkan dari dalam diri anda, orang ini telah mendahuluiku dengan iman dan amal alih maka lebih baik dariku. Kalau anda melihat orang yang lebih rendah dari anda umurnya, maka katakan untuk diri anda, aku telah mendahului dia dalam hal dosa dan maksiat, maka ia lebih baik dari aku, maka dosanya lebih sedikit dariku." Ucapan ini hasil muraqabah, hasil rasa takut kepada Allah dan tidak ada yang ia banggakan. Lalu ia melanjutkan "Kalau ada orang yang memuliakanku, maka katakanlah ia sesungguhnya  adalah orang yang memiliki keutamaan, karena keutamaan akhlaknya hingga ia memuliakanku." Dan juga ia katakan "Seandainya ada orang yang meremehkan anda, maka katakanlah inilah dosa yang kuperbuat sehingga orang merendahkanku."

Semoga bermanfaat. 
 



Kamis, 09 April 2015

Damai dari perselisihan suami dan istri

Kajian adab pergaulan suami dan istri
Oleh ustadz Aris Munandar
Tempat, mushola Al ikhlas, sendowo.



Damai dari perselisihan suami dan istri.

Jika ada masalah harus ada yang mengalah, sebagaimana firman Allah damai itu yang lebih baik dari suami dan istri, daripada perceraian, lebih baik untuk anak-anak sehingga anak tidak terlantar tidak tercerai berai. Damai itu lebih baik untuk keluarga besarnya daripada terjadi permusuhan, perpecahan. seringnya terjadi perceraian yang ribut bukan hanya suami istri namun keluarga besar juga ikut bermusuhan. Damai juga untuk kebaikan kaum muslimin, karena didalamnya terdapat cinta dan persatuan di tengah masyarakat. Keributan ditengahnya bisa jadi timbul pro dan kontra di masyarakat yang mendukung istri dan suami. Sehingga damai itu lebih baik. 

Bercerainya seseorang dari istrinya itu diantaranya dampak jelek dari ilmu sihir, dan tidaklah dampak jelek ini muncul atas ijin Allah. Namun ijin ini adalah ijin qauni bukan syar'i. Sama halnya dengan takdir Allah. 

Perceraian adalah sesuatu yang disukai iblis, dan hendaklah suami istri mengingat hadis ini ketika terjadi problem dalam rumah tangga. Maka dengan ingat hadis ini orang akan lebih bijak.
Dalam hadis jabir, Rasulullah bersabda iblis meletakkan singgasananya di air, amal ia mengutus tentaranya, yang paling hebat adalah yang paling dekat dengan iblis.  Dan paling besar godaannya. Datang setan melaporkan aku telah menggoda si fulan dnegan bla, bla, bla, dan iblis mengatakan engkau belum melakukan apa-apa. Lalu ada yang datang melaporkan aku telah menggoda si fulan hingga ia memisahkan diri dengan pasangannya, (suami-istri), maka iblis memberikan ia kehormatan istimewa, dan memuji perbuatannya. 

Maka ketika ada masalah timbul hal yang memancing emosi, maka ingat hadits ini. Sebagai manusia baik akan membuat iblis susah bukan membuatnya gembira karena perselisihan ini. Karena dengan perselisihan akan muncul kata cerai yang akan membahagiakan iblis. 
Sama halnya dengan istri jika melihat keburukan suami jangan mudah meminta diceraikan oleh suami. 

Hadits ini dalil, talak adalah sesuatu yang disukai oleh iblis dan membahagiakan syaitan. 
Terdapat hadis Sahih, Ibnu Umar pernah menceraikan istrinya, lalu istrinya bertanya apakah engkau melihat sesuatu yang tidak engkau sukai dariku sehingga engkau cerai? Ibnu Umar mengatakan tidak! Lalu kenapa engkau menceraikan orang baik-baik. Lalu Ibnu Umar merujuknya. 
Maka jika wanita itu nusyus (durhaka) maka berdamai itu lebih baik daripada mempertahankan keributan. 

Damai itu lebih baik dalam rangka mempertahankan kehormatan, dan akad nikah meskipun damai itu berat bagi perempuan karena perempuan mempunyai sifat sangat pelit dalam haknya. Juga berkaitan dengan rakusnya perempuan terkait haknya atas suaminya, seperti hak nafkah dan jatah malam jika suami melakukan poligami. Maka jika laki-laki tidak menyukai apa yang ada dalam wanita, dan memilih bersabar dan mempertahankan mereka, memperbaiki mereka dengan baik, dan bertaqwa kepada Allah, dengan tidak dholim kepada istri dalam perkara yang menjadi kewajibannya dengan tetap memberi nafkah dan jatah yang baik, maka Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan. Jadi lelaki tetap harus berbuat baik kepada istri meskipun istrinya itu mempunyai sifat yang kurang baik. Allah akan mencatat kebaikan dan membalas kebaikan dari salah seorang Diantara kalian, suami atau istri. 

Jika istri mau minta cerai, bisa jadi terjadi damai, jangan minta cerai, maka suami boleh memberikan kompensasi misalnya emas 10 gram, untuk berdamai jangan bercerai, maka bentuk damai seperti ini boleh. Atau sebaliknya istri memberi sesuatu kepada suami, agar tidak diceraikan oleh suaminya, misal diberikan duit berapa, asal jangan dicerai karena cinta anak-anak maka ini hukumnya boleh. Ini adalah perkataan qurtuby, yang mengutip perkataan para ulama malikiyah. Bentuk damai lain yang terjadi antara suami Dan istri, yang lebih memiliki rumah tangga tanpa ada kompensasi, ini juga diperbolehkan. Jadi bentuk damai tidak mesti istri yang mengalah bisa jadi suami yang mengalah. Atau sebaliknya. 

Jika dikhawatirkan terjadi perpecahan antara suami dan istri hendaknya ulil amri mengirimkan dua wasit dari pihak istri dan suami untuk mendamaikan, jika keduaya bisa berdamai maka alhamdullilah.
Namun jika tidak bisa, dan mengharuskan mereka bercerai, maka jika sudah bercerai maka jangan khawatir takut miskin, karena Allah akan mencukupi masing-masing dengan kecukupan karena Allah maha luas rezekinya. 

Pelajarannya, yang mengutus wasit, adalah pihak Pemerintah, namun pendapat lainnya yang mengutus adalah dari pihak suami dan istri untuk mendamaikan. Namun jika gagalnya rumah tangga dan perceraian, itu tidak menurunkan tingkat kesalihan seseorang, sebagaimana kecenderungan di masyarakat bahwa pernikahan orang salih itu harus langgeng terus, tidak boleh cerai, maka pendapat ini tidak benar. Karena terjadinya perceraian tidak mesti faktor agama bisa jadi ada faktor yang lain. Sebagaimana kisah zaid ibn haritsah dan zainab yang merupakan orang salih keduanya. Dimana Keutamaan zaid ibn haritsah adalah satu-satunya sahabat yang namanya disebut didalam Al quran. Namun perceraian yang terjadi padanya tidak membuat kedudukannya, keshalihannya menjadi rendah karena perceraian yang ia lakukan. 

Ada kisah lain tentang nabi Ibrahim yang menyuruh Ismail anaknya untuk menceraikan menantunya. Maka riwayat ini menunjukkan sudah ada syariat cerai dalam syariat Ibrahim, Ismail. 

Hukum-hukum menghilangkan najis

Kajian mulaqash fiqh
Ustadz Amir as soronji 
Masjid Al Mukmin, Jl. Kaliurang km 6 depan Warung makan Steak.


Sebelumnya ada muqadimmah yang harus dipahami tentang najis

Kaidah-kaidah yang berkaitan dengan najis:
1. Hukum asal segala sesuatu itu suci bukan najis.
2. Tidak boleh menetapkan najisnya suatu benda kecuali berdasarkan nas ( Alquran dan sunnah yang shahih) 
Kita tidak boleh mengatakan benda ini najis kecuali ada dalilnya. Yang menetapkan najis suatu benda adalah Allah dan rasulnya. 
3. Setiap yang najis itu haram dan tidak setiap yang haram najis.
Misal air kencing itu najis, berarti itu haram, tidak boleh diminum. Meskipun terbukti orang berobat sembuh dengan air kencing tidak boleh kita berobat dengannya. Memakai emas diharamkan dipakai oleh kaum muslimin yang lelaki namun tidak berarti ia najis. Kain Sutera juga diharamkan tapi ia tidak najis bagi lelaki. 

Inilah kaidah yang di tetapkan para ulama. 

Ada benda-benda yang sudah dihukumi najis oleh AL quran dan as sunnah. 
1. Tinja atau kotoran manusia
2 air seni, air kencing
3. Madzi
4. Wadi
5. Darah haid dan darah nifas 
6. Air liur anjing
7. Kotoran hewan yang tidak dimakan dagingnya
8. Daging babi dan unsur-unsurnya semuanya.
9. Bangkai
10. Daging hewan yang tidak dimakan dagingnya. 
Dan lain-lain. 

Tidak boleh menetapkan najisnya sesuatu kecuali berdasarkan Al quran dan sunnah. 

Misalnya menemukan suatu benda yang kotor, apakah dihukumi najis? Jawabannya tidak. Sampai ditemukan dalilnya dari quran dan sunnah tentang najisnya. 
Sekarang muncul permasalahan apakah air liur anjing najis, ataukah seluruh badannya najis? Para ulama khilaf tentang hal ini. Ada yang mengatakan hanya air liurnya saja, kalau piring kena badan anjing tidak perlu dicuci karena yang najis air liurnya saja. Sebagian lain mengatakan jika air liur najis semuanya najis karena air liur muncul dari badannya. Kalau ustadz Amir lebih cenderung semuanya najis, dicuci. Apakah dicuci sama seperti kena air liur? Ketika mencuci tujuh kali dengan cara dicuci dnegan menggunakan air dan tanah sampai tujuh kali. 

Semua kotoran hewan yang tidak dimakan dagingnya itu najis. Kotoran kucing, tikus, singa, macan, najis. Sebaliknya kotoran hewan yang dimakan dagingnya suci. Kotoran ayam suci. Ingat yang dibahas ini najis. Tidak semua yang kita jijik itu najis. Koran kambing suci, kotoran onta suci, kenapa! Karena dagingnya di makan. 

Bangkai, apakah semua bangkai najis? Tidak. Bangkai ikan misalnya, tidak najis. Bangkai itu adalah, setiap hewan yang mati tanpa disembelih dengan sembelih yang syar'i. Jadi misalnya ayam disembelih tapi diputar lehernya maka itu namanya bangkai. Namun ada yang dikecualikan yakni bangkai ikan dan belalang. Coba bayangkan jika harus menyembelih ikan satu-satu. Bayangkan jika yang kita sembelih ikan teri, repot. Alhamdullilah ini karunia Allah bangkai ikan halal, demikian juga belalang. Kemudian bangkai lalat, juga bangkai lebah, atau bangkai hewan yang matinya tidak mengucurkan darah. Dalilnya hadis lalat, yang jatuh dalam bejana, maka lalatnya dimasukkan dan airnya boleh diminum tanpa harus dibuang. 

Demikian juga tulang bangkai, tanduknyaa, kuku, rambut tidak najis. Dalilnya ucapan para salaf, kata Imam dzhuri tentang tulang bangkai, aku dapati para salaf dahulu, mereka bersisir dengan tulang bangkai, menurut mereka tidak mengapa menggunakan tulang bangkai. Termasuk dalam bangkai, adalah anggota tubuh hewan yang masih hidup di potong. Misalnya sapi masih hidup kita pengen makan ekornya saja lalu kita potong, maka ini dihukumi bangkai. Jadi nabi pernah bersabda apa yang terpotong dari hewan yang masih hidup itu adalah bangkai. 

Daging hewan yang tidak dimakan dagingnya. Ini jelas najis. Pegang daging harimau, ini najis. Pegang daging buaya, najis, haram. Ada ayam ke tabrak dijalan bangkainya adalah najis harus dibuang. 

Ada yang benda dikira najis padahal tidak najis. Seperti air mani. Sebagian orang menganggap najis padahal air mani itu suci. Kemudian khamr, khamr itu tidak najis. Ketika turun ayat tentang khamr, para sahabat menumpahkan khamr di setiap rumah-rumah mereka sehingga kota Madinah ketika itu jalanannya dipenuhi aliran khair namun mereka tidak membersihkannya mereka tetap berjalan seperti biasa ke masjid dan nabi tidak memerintahkan unik membersihkannya. Tetapi yang harus diingat bahwa khamr tetap haram meskipun tidak najis. 

Darah haid dan nifas itu najis. Namun bagaimana dengan darah yang keluar dari tubuh kita?disini Ada banyak khilaf. Yang rajih atau yang kuat pendapatnya , darah itu tidak najis, dalilnya mana?karena banyak riwayat, bahwa para sahabat pernah sambil shalat dengan keadaan di panah dan mengeluarkan darah dan sebagainya, bahkan ada sahabat yang meminta anak panahnya dicabut ketika beliau shalat namun mereka tetap shalat dan nabi membiarkan kondisi tersebut tidak menyuruh mereka untuk membatalkan shalatnya.

Darah hewan yang dimakan dagingnya. Misalnya darah hewan yang disembelih muncrat, mengenai tangan kita, apakah najis? Maka pendapat Yang rajih tidak. Dalilnya adalah Rasululah pernah ketika sedang shalat lalu orang Yahudi melemparkan kotoran onta, daging onta bercampur darah onta, ketika itu nabi sedang sujud, namun beliau tidak membatalkan shalatnya dan tetap melanjutkan shalatnya. Ini bukti bahwa darah hewan yang dimakan dagingnya itu tidak najis.

Lalu bagaimana dengan Muntah manusia, apakahdihukumi najis? Yang rajih muntah manusia dihukumi suci tidak najis. 

Terkadang ada benda suci terkena najis, bagaimana cara menyucikan najisnya. Misalnya Pakaian suci terkena air kencing? Bagaimana cara menyucikannya? Inilah yang akan dibahas pada pembahasan bab ini. 

 
Sebagiamana dituntut sebagai seorang muslim, suci dari hadats ketika ia shalat, maka dituntut darinya suci badan, pakaian dan tempat shalatnya dari najis. 

Jadi thaharah itu ada dua;
1. Thaharah haqiqiyah
- Membersihkan badan, pakaian, dan tempat dari najis. 
2. Thaharah hukmiyah
- Mensucikan diri dari hadats besar maupun kecil.

Apa bedanya hadats dan najis. Kalau najis itu bisa dilihat kalau hadats tidak bisa kita lihat. Kita sering berhadas tapi tidak pernah kita lihat, beda dengan najis, kita bisa lihat bendanya. 

Orang yang hendak shalat ia harus melakukan thaharah haqiqiyah dan hukmiyah. 
Dalilnya dalam AL quran, dan pakaianmu bersihkanlah. kita disuruh membersihkan pakaian kita. Gak boleh kota menghadap Allah dengan pakaian yang kotor. Dan kita harus yakin kalau pakaian kita kena najis, kalau ragu-ragu dikembalikan kepada hukum asalnya yakni suci. 
Dalilnya AL quran surat mudatsir. Kemudian dalil dari hadis, nabi shalallahu alaihi wa salam, memerintahkan seorang wanita mencuci darah haid dari pakaiannya.
 Jadi pakaian harus bersih. 

Tatkala perkaranya demikian, kita dituntut untuk memperhatikan materi thaharah. Yakni thaharah haqiqiyah, yaitu materi menghilangkan najis. 

Para fuqaha, mereka membuat bab yang khusus untuk materi ini dan mereka namakan bab menghilangkan najis. Ini menunjukkan materi ini sangat penting. Ada najis kena pakaian, kena bejana, kena kasur, kena masjid, bagaimana cara mensucikannya? Ini harus kita ketahui. 

Pada asalnya alat yang digunakan untuk menghilangkan najis adalah air. Air merupakan alat untuk mensucikan diri karena Allah telah mensifati air demikian, sebagaimana dalam firman Allah, dan Allah telah menurunkan atas kalian air dari langit yang dengan itu Allah mensucikan kalian. Menghilangkan najis tidak mesti pake naif, boleh pake yang lain. Sebagaimana kita membersihkan najis bisa istinja, juga istijmar, meyakini menggunakan batu, tisu atau yang kain yang diperbolehkan syariat. 

Najis yang wajib dihilangkan. 
Adakalanya najis di permukaan tanah dan yang berhubungan dengannya. Misalnya tembok, atau lantai kena najis. Bagaimana cara membersihkannya? Maka cara membersihkannya cukup disiram sekali hingga najisnya hilang. Dalilnya, berdasarkan perintah nabi untuk menyiramkan air kepada kencing Arab Badui, dilantai masjid. Yang ketika itu disiram sekali saja. Namun jika dilihat masih ada maka disiram sampai yakin najisnya hilang. Atau bisa dengan air hujan atau dengan air yang mengalir. Dan membersihkan air ini tidak butuh niat. Misalnya ada orang gila membersihkan najis di masjid, maka najisnya tetap hilang. Namun beda dengan ibadah shalat, puasa maka orang gila ini tidak niat maka shalat puasanya tidak saja, ini membutuhkan niat, termasuk kata para ulama najis bisa hilang jika dibiarkan, misalnya di panasi oleh panas matahari, sampai kering lalu bekasnya hilang maka tempat yang ada najisnya bisa kembali suci dengan sendirinya. 


Empat pertanyaan pada hari kiamat

Kajian tentang hadits empat pertanyaan pada hari kiamat
Oleh: ustadz Afifi Abdul Wadud
Masjid Al Jihad, Dayu, Sleman



Kita dianjurkan untuk memohon kepada Allah untuk meminta tambahan ilmu. 
Tidak ada yang lebih baik yang kita meminta tambahan kepada Allah melebihi ilmu. 

Hadits tentang pertanyaan Allah kepada para hambanya di yaumul kiamat diantaranya empat hal:
1. Tentang umur
2. Tentang ilmu
3. Tentang harta
Pembahasan tentang umur dan ilmu telah dilewati. 

Saat ini kita memasuki pembahasan ke tiga tentang harta, dari mana harta didapatkan dan Kemana harta dibelanjakan. 

Harta sesuatu yang tidak bisa pisahkan dari kebutuhan hidup kita. Allah menjadikan Perwatakan manusia senang dan mencintai kepada harta. Bukan hanya senang biasa melainkan senang yang sangat. Sehingga hampir tidak ada orang yang diberi harta ia menolak. Meskipun dijanjikan tempat yang jauh akan ia tempuh. Ada sebuah pertanyaan, Mau kah engkau gaji sebulan 100 juta? Meskipun meninggalkan anak dan istri, maka ia akan berangkat. Karena memang didalam diri manusia ada syahwat terhadap harta. 

Dijadikan oleh Allah sesuatu yang indah dan ada nuansa kecintaan, dan ada syahwat, bersatunya tiga perkara ini dalam diri seseorang, Indah, cinta, bersyahwat akan menjadikan sebuah selera yang sangat tinggi. 

Sesuatu yang indah belum tentu ia cintai. Sesuatu yang ia cintai belum tentu ia bersyahwat. Orang tua kita kita cintai tapi kita tidak bersyahwat kepadanya. Tapi ini tergabung ketiga hal ini. Apa itu? Istri, anak-anak, harta benda, baik itu emas perak, kuda pilihan, sawah ladang yang ini merupakan harta dunia.

 Dan Allah menyebutkan, manusia, mereka sangat mencintai harta yang sangat besar dan terhadap harta, sungguh kecintaannya itu sangat besar, sehingga orang-orang yang mereka tidak memiliki kekuatan iman dan tidak memiliki kekuatan dalam hatinya akan ia kerahkan seluruh tenaga terhadap yang ia syahwatkan berkaitan dengan masalah harta.

Sehingga Rasulullah mengatakan, seandainya anak Adam itu memiliki dua lembah harta ia pasti mencari yang ketiga, pasti! Gak ada istilah puas, kecuali orang yang Allah rahmati, yang memiliki hati yang qanaah. 
Bahkan tidak akan memenuhi hawa nafsu anak Adam hingga lambungnya dipenuhi tanah alias mati.

Perasaan manusia terhadap harta sering sekali membuat manusia ia terfitnah, oleh karena itu manusia diperingatkan wahai manusia takutlah kalian terhadap harta dan dunia. Bahkan Rasulullah mengingatkan, setiap umat itu ada fitnahnya dan fitnah bagi umatku ini adalah harta. Sehingga harta merupakan fitnah yang sangat besar, dari Allah subhanahu wa ta'ala. Sehingga agama kita secara rinci memberikan nasihat bagaimana kita berinteraksi dengan harta. Ketika manusia terfitnah dengan harta maka akan menimbulkan kerusakan kerusakan. 

Diantara fitnah harta ketika muncul 
1. ia akan berbuat melampaui batas, berbuat kerusakan di bumi. 
Sebagaimana yang Allah katakan, seandainya Allah bentangkan, bukakan untuk manusia itu harta, rezeki, niscaya dia akan melampaui batas di muka bumi. Akan tetapi Allah menurunkan kadar keberadaan harta untuk kelengkapan hidup manusia dengan yang Allah takar. Allah telah sediakan cadangan buat manusia dari awal diciptakan sampai kiamat. Tidak ada satupun makhluk melata yang tidak ditanggung rezekinya. Masalahnya Allah tidak langsung memberikan rezekinya langsung. Coba jika Allah memberikan suatu negara cadangan minyaknya banyak, pasti akan terbakar, ini semua Allah yang atur, yang menjadi masalah manusia menjadi tamak dengan cadangannya. Maka Yang dituntut adalah manusia bertaqwa dan mengelola dengan benar. 

Manusia itu cenderung kalau diberikan kepadanya oleh Allah ia melampaui batas. Seandainya manusia diberi rezeki ia akan membuat kerusakan. Dimana-mana orang yang berbuat kerusakan itu orang kaya bukan orang miskin. Sehingga berbuat rusak, dholim, banyak penyimpangan dengan harta yang ia miliki. 

Diantara penyimpangan karena harta, 
2. Menjadikan orang ini menjadi penghalang kebenaran. Mereka inilah para mutraf yang menjadi penghalang kebenaran. Tidaklah kami utus juru peringat disebuah wilayah untuk mengingatkan agama Allah, kecuali para mutraf, orang yang tenggelam dengan kemewahan, gelombang harta, mereka mengatakan kami mengingkari apa yang kalian bawa. Diantara mereka berbuat begitu karena hartanya. Mereka mengatakan kami itu orang yang lebih banyak hartanya dan anaknya. Sehingga hartanya membuat ia sombong, membuat hatinya tinggi hati. Maka lihat bagaimana qarun dengan hartanya maka ia sombong dan menolak kebenaran dan berbuat kerusakan di muka bumi, dan Allah jadikan pelajaran bagi manusia, kami tenggelamkan qarun dan rumahnya di perut bumi. Bahkan ketertipuan manusia denegan syaitan atas hartanya, menganggap mereka tidak di azab. 
Maka Allah tegaskan bukanlah harta kalian dan anak kalian yang membuat kalian dekat dengan Allah melainkan orang yang melakukan amal salih. 

Diantaranya fitnah karena harta 
3. Membawa kepadanya membabi buta dalam mengumpulkan harta. Sebagaimana Allah sebutkan dalam ayatnya yang mulia, bahkan bukan hanya orang awam yang mereka rakus pada harta akan tetapi orang yang faham tentang agama Allah, dan merasa menjadi orang salih, jika terfitnah dengan harta ia akan mengumpulkan dengan membabi buta. 

Allah katakan kepada orang beriman, wahai kaum mukminin jangan kalian makan harta diantara kalian dengan cara batil. Ini larangan langsung Allah tujukan kepada kaum mukminin, lalu Allah berikan pelajaran, orang yang sudah beriman jangan merasa aman dan terbebas dan fitnah dunia lalu mereka mencari harta dengan cara yang haram. 

Allah katakan wahai orang yang beriman, sesunggunya banyak orang berilmu dari kalangan Yahudi dan para ahli ibadah dari kalangan Nasrani, kebanyakan mereka ini, sungguh benar-benar memakan harta manusia dnegan cara yang batil. Sehingga agama itu sekedar jadi kedok. Kedok untuk menyedot hartanya manusia. Ini kejahatan yang sangat nyata, kejahatan terselubung. Kalau dikalangan Bani Israil telah terjerumus, wahai kaum mukminin jangan merasa aman, akan ada kaum mukminin yang mengikutinya. 

Benar-benar kalian kaum muslimin akan ada Diantara kalian mengikuti orang sebelum kalian sejengkal-demi sejengkal,melangkah demi selangkah sampai ke lubang dop, yang kecil kalian akan mengikuti. Para sahabat mengatakan apakah Yahudi dan Nasrani kata Rasulullah siapa lagi?

Kalau sudah terfitnah harta maka ia akan menghalangi manusia dari kebenaran. Orang yang jualan bidah, Syirik, gak mau menerangkan manusia, ajaran benar bahkan menjadi penghalang utama manusia akan sunnah. Karena kalau yidak maka habis lahan makannya. Karena ia pun akan menggusur acara yang ad atuntunannya dengan yang tidak ada tuntunannya. Seperti ini ada dikalangan Yahudi dan ada di kalangan kaum mukminin. Sehingga banyak orang berlomba jadi ulama bukan untuk mengajar manusia dari bahaya Syirik,bidah, tapi hanya untuk mengejar dunia. 

Fitnah dunia ini akan menimbulkan bahaya yang besar, nabi katakan benar-benar akan datang waktunya manusia tidak peduli dari mana jalan ia dapatkan hartanya apakah dengan cara halal atau harama. Kalau sudah seperti itu kondisinya akan terjadi apa yang dikatakan nabi, dua serigala yang lapar, binatang buas yang lapar, keduanya dilepas pada seekor kambing, sudah perutnya lapar, jatahnya cuma satu, bahaya. Tetapi kata nabi ini tidak lebih berbahaya dibandingkan orang yang lebih rakus dengan harta. Dibandingkan orang yang lebih rakus dengan harta dan gila hormat karena agama. Diterangkan Ibnu rajab, orang dimuliakan di dunia itu dengan dua cara. Pertama, harta. Sehingga kemana-mana orang menghormatinya. Tapi kalau sudah miskin tidak dihormati. Karena hartanya ini yang menyihir orang menghormatinya. Sehingga orang berlomba untuk memiliki harta. Terkadang mending utang Numbuk agar bisa tampil punya mobil. Si fulan mobilnya bagus, tapi utangnya mentereng. Dia pengen orang menilai dirinya sehingga ia kumpulkan dnegan cara yang tidak karuan. Orang yang gila harta bisa terjebak dalam dua keadaan. Pertama karena ia gila harta jika waktu itu bisa 27 jam ia akan buat kerja 27 jam. Ia gila kerja, kalau gak kerja gila. Dia kerja untuk mendapatkan dunia. Orang seperti ini sekalipun tidak terjerumus perkara haram, waktunya habis untuk melakukan ketaatan.. Habis hanya mengumpulkan harta. Ini celaka. Untuk apa? Kalau sudah terkumpul banyak juga makan cuma sepiring dua piring. Pakaian juga satu dua pakaian. Kerja seperti itu yang menikmati juga orang lain. Kedua. Orang yang gila harta ia tidak tahu cara mengumpulkannya. Ia membabi buta. Babi saja sudah jelek apalagi buta. Cara lainnya ia jadikan agama untuk ia dihormati. Ia cari agama bukan untuk bertaqwa kepada Allah. Para salaf tidak ingin terkenal Diantara manusia. Jika ia termahal ia langsung hilang. 
Contoh menerobos roda pesawat buat terkenal. Masya Allah. 

Ada salaf bernama yazid bin aswath. Khalifah yang negaranya mengalami paceklik, kemudia ia tahu ada orang salih namanya yazid bin aswath, tapi orang tidak tahu. Lalu khalifah memanggil namanya sampai tiga kali dan mengatakan demi kaum muslimin doakan lah  agar hujan turun. Allah hujan turun dan ia pun terkenal. Lalu ia berdoa kepada Allah, matikan lah aku ya Allah, dan seminggu kemudian ia mati karena ia tidak mau terfitnah dengan dunia.